Rupiah Melemah Menanti Rilis Data Ekonomi AS Usai Shutdown Pemerintah Berakhir

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.698 per Selasa, 11 November 2025. Posisi rupiah itu melemah 32 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.666 pada perdagangan Senin, 10 November 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 12 November 2025 hingga pukul 09.06 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.715 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 21 poin atau 0,13 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.694 per dollar AS.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa malam telah mengesahkan RUU untuk membuka pendanaan pemerintah, dan mengakhiri penutupan (shutdown) pemerintah yang telah berlangsung lama.

RUU tersebut sekarang akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk dipertimbangkan, di mana mayoritas Partai Republik mengisyaratkan bahwa mereka akan mengesahkan RUU tersebut paling cepat pada hari Rabu pekan ini. Setelahnya akan dikirim kepada Presiden Donald Trump, untuk ditandatangani menjadi undang-undang. 

RUU tersebut sekarang akan mengakhiri penutupan pemerintah terlama dalam sejarah AS, yang memasuki hari ke-41 pada hari Senin kemarin. Berakhirnya penutupan pemerintah juga akan membuka jalan bagi pemerintah AS untuk merilis data ekonomi resmi, yang akan memberikan lebih banyak petunjuk kepada pasar mengenai ekonomi terbesar di dunia tersebut. 

Pasar terlihat terus-menerus memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan Desember, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang kemungkinan akan dirasakan oleh The Fed. Selain itu, Bank sentral juga telah meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember dalam pertemuannya di bulan Oktober.

Selain itu, geopolitik di Eropa memanas, setelah Ukraina pada akhir pekan melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap lebih banyak infrastruktur energi Rusia, yang memicu serangan balasan oleh Moskow. Perang yang memasuki tahun ketiganya pada tahun 2025 ini, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda terutama karena upaya AS untuk menengahi gencatan senjata gagal. 

Namun, konflik ini telah memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak, terutama karena serangan Ukraina mengganggu produksi energi Rusia. Sementara AS berusaha memaksa Moskow untuk melakukan gencatan senjata dengan sanksi yang lebih berat terhadap industri minyaknya.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.690 - Rp 16.730," ujarnya.