Rupiah Melemah di Tengah Ketidakpastian Pemotongan Suku Bunga The Fed dan Harga Emas
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.844 per Jumat, 13 Februari 2026. Posisi rupiah itu melemah 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.826 pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 18 Februari 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.863 per dolar AS. Posisi itu melemah 26 poin atau 0,15 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.837 per dolar AS.
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga AS di masa mendatang menjadi beban utama bagi harga logam, terutama setelah data penggajian menunjukkan beberapa tanda ketahanan di pasar tenaga kerja pada bulan Januari. Dolar AS pulih dari titik terendah mingguan setelah data penggajian non-pertanian pada hari Rabu.
Fokus sekarang sepenuhnya tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS untuk bulan Januari 2026, yang akan dirilis pada hari Jumat pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia.
"Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar Federal Reserve untuk suku bunga," kata Ibrahim dalam riset hariannya, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
Pasar secara luas memperkirakan CPI utama dan inti akan mendingin pada bulan Januari 2026. Tetapi angka Januari secara konsisten mengejutkan dengan angka yang lebih tinggi selama empat tahun terakhir, membuat pasar waspada terhadap angka yang cenderung agresif.
Kemudian, investor menilai risiko geopolitik mereda di timur tengah setelah Donald Trump mengatakan negosiasi mengenai potensi kesepakatan nuklir dengan Iran dapat berlangsung hingga satu bulan.
Prospek perundingan yang berkepanjangan mengurangi kekhawatiran langsung akan gangguan pasokan di Timur Tengah, meredam premi risiko geopolitik yang sebelumnya sempat memanas.
Sementara Eropa kembali memanas setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina telah menyebabkan kebakaran di kilang minyak milik Lukoil dekat Ukhta di Republik Komi barat laut Rusia, kata kepala wilayah tersebut, Rostislav Goldshtein, pada hari Kamis lalu.
Staf Umum Ukraina mengatakan pada hari Rabu bahwa pesawat tak berawak Ukraina telah menyerang kilang minyak Lukoil di wilayah Volgograd selatan Rusia.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.830 - Rp16.860," ujarnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan berada di kisaran 5 persen pada 2026, di tengah perlambahan ekonomi Asia, dan global secara umum. Secara prinsip, pelonggaran kebijakan moneter berpotensi masih akan berlanjut, seiring tren inflasi global yang mereda, dan sikap bank sentral dunia yang cenderung tetap akomodatif.
Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai keberlanjutan konsumsi swasta serta efektivitas realisasi investasi. Namun, dalam jangka menengah, Indonesia dinilai memiliki fundamental yang kuat.
Selain itu, Indonesia memiliki potensi utama dalam indeks potensi ekspor lintas negara dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari kapasitas manufaktur, ketersediaan tenaga kerja terampil, biaya tenaga kerja, lingkungan bisnis, hingga energi. Hasilnya, Indonesia menempati peringkat lima di bawah Vietnam, sementara nomor 1 di tempati oleh China.