IHSG Ditutup Hijau! 3 Saham Ini Berhasil Lonjakan Tertinggi di LQ45
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan rebound hingga penutupan perdagangan Rabu, 12 November 2025. IHSG menguat sebesar 0,26 persen atau 22,05 poin menjadi 8.388,57.
IHSG terpantu bergerak dalam rentang area 8.337 hingga 8.428. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp20,57 triliun dengan jumlah transaksi sebanyak 2,68 juta kali.
Dikutip dari Stockbit, sektor non-siklikal memimpin kenaikan sebesar 1,63 persen. Selanjutnya sektor infrastruktur meningkat 1,56 persen, sektor transportasi melambung 1,47 persen, sektor properti melonjak 1,03 persen, sektor industri naik 0,57 persen dan sektor siklikal meningkat 0,15 persen.
Sebaliknya, sektor kesehatan tergerus tajam sebesar 1,06 persen. Kemudian sektor energi melemah 0,52 persen, sektor bahan baku (basic materials) menyusut 0,34 persen, sektor teknologi merosot 0,14 persen dan sektor keuangan turun tipis 0,02 persen.
Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.
Tim Analis Phintraco Sekuritas penguatan IHSG juga ditopang oleh data ekonomi domestik yang cenderung mulai membaik akhir-akhir ini. Kondisi ini sejalan adanya tren penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan paket stimulus dari pemerintah.
"BI mengindikasikan masih terbuka peluang penurunan BI rate (suku bunga) lebih lanjut dengan ekspektasi akan ada penurunan sebesar 50 bps (basis poin) lagi hingga akhir Maret 2026," tulisnya dalam catatan resminya, Rabu, 12 November 2025.
Katalis positif di pasar juga dipengaruhi maraknya beberapa aksi korporasi emiten. Mulai dari pembelian kembali (buyback) saham, pembagian dividen interim, rights issue, private placement dan akusisi.
Secara teknikal, dalam tren jangka pendek, menengah dan panjang IHSG masih di area bullish di mana IHSG di tutup di atas MA5, MA20 dan MA50. Indikator MACD juga masih bertahan di area positif dan Stochastic RSI masih di area overbought dan IHSG mendekati upper Bollinger Band
"Mengindikasikan IHSG di area bullish sekaligus rentan profit taking," lanjut catatan tersebut.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan saham-saham mencatatkan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alis LQ45. Berikut tiga saham paling kinclong antara lain:
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Saham BRPT melonjak 7,08 persen atau 250 poin dan ditutup pada level 3.780.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA membukukan kenaikan sebesar 6,39 persen atau 150 poin menjadi 2.510.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Saham AMRT menyusul di posisi ketiga dengan lonjakan sebesar 2,96 persen atau 30 poin ke area 1.910.