Cetak Rekor Tertinggi Lagi! IHSG Ditutup Naik 42 Poin, Intip Saham di Jajaran Top Gainers
Sektor konsumer siklikal memimpin penguatan sebesar 1,15 persen. Sektor keuangan naik 1,14 persen, sektor teknologi meningkat 0,58 persen, sektor konsumer non-siklikal melambung 0,20 persen dan sektor infrastruktur naik 0,13 persen.
Sebaliknya, sektor industri merosot tajam sebesar 2,31 persen disusul sektor transportasi terkoreksi 0,97 persen. Sektor bahan baku melemah 0,76 persen, sektor properti menyusut 0,43 persen, sektor energi melemah 0,21 persen dan sektor kesehatan turun 0,18 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, investor akan menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dilakukan pada 20-21 Januari 2026. Selain itu, data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 akan dirilis dengan perkirakan melambat dari 7,74 persen menjadi 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih lemah," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Kamis, 15 Januari 2026.
Sampai penutupan pasar hari ini, Rupiah melemah di level Rp 16.880 per dolar AS.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten berhasil membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan antara lain:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Saham BBNI menguat 4,13 persen atau 180 poin dan ditutup menjadi 4.540.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Saham CTRA melesat 3,87 persen atau 35 poin ke level 940.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA meningkat 3,45 persen atau 90 poin ke posisi 2.700.