IHSG Ditutup Menguat Tipis, Investor Pantau Nasib Gencatan Senjata AS-Iran
Analis Phintraco Sekuritas melaporkan pergerakan indeks sepanjang seis perdagangan hari ini berada di kisaran 7.608 sampai 7.674. Nilai transaksi harian mencapai Rp 15,51 triliun, volume transaksi sebesar Rp 36,33 miliar denggan jumlah transaksi yang dilakukan para investor sebanyak 2,23 juta.
Secara sektoral, sektor konsumer siklikal membukukan lonjakan tertinggi sebesar 0,46 persen. Sektor keuangan menyusul kenaikan sebesar 0,34 persen dan sektor kesehatan meningkat 0,09 persen.
Di sisi lain, sektor properti anjlok 1,98 persen, sektor transportasi turun 1,60 persen dan sektor infrastruktur terkoreksi 0,79 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
"Penguatan indeks antara lain ditopang oleh antisipasi berbagai aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan jauh di atas MA20," ujar Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat, 17 April 2026.
Phintraco Sekuritas menyoroti, jelang berakhirnya periode gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua pekan pada 21 April 2026, kedua negara saling mengirimkan ancaman sehingga membuat ketegangan mulai meningkat. Pernyataan keras antar kedua negara terutama terkait dengan Selat Hormuz, dikhawatirkan akan memperburuk situasi di kawasan Teluk.
"Investor global juga menantikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru akan terjadi kembali eskalasi konflik yang lebih luas," kata Analis Phintraco Sekuritas.
Adapun beberapa emiten turut mencatatkan hasil positif sejalan cerahnya indeks domestik. Berikut tiga top gainers di jajaran saham unggulan (LQ45).
Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA menguat sebesar 6,21 persen atau 18 poin menjadi 308.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Saham NCKL melonjak 6,13 persen atau 80 poin ke level 1.230.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Saham BREN naik 3,47 persen atau 300 poin dan ditutup pada posisi 6.625.