IHSG Ditutup Turun 59 Poin, Cek 3 Saham Catat Lonjakan Tertinggi

Ilustrasi papan saham IHSG.
Ilustrasi papan saham IHSG.

Mayoritas sektor saham kompak mengalami penurunan. Hanya sektor keuangan dan non-siklikal berhasil mencetak kenaikan, masing-masing melonjak 0,08 persen dan 0,16 persen. 

Sektor siklikal terkoreksi paling tajam sebesar 2,18 persen disusul penurunan sektor infrastruktur sebesar 2,09 persen dan sektor teknologi sebesar 2,05 persen. 

Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan penurunan IHSG disebabkan berlanjutnya pelemahan Rupiah selama beberapa hari terakhir pasca Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dipertahankan tetap di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025.

"Meningkatnya ketidakpastian global serta minimnya sentimen positif baru yang kuat, juga mendorong pelemahan indeks," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Kamis, 18 Desember 2025.

Lebih lanjut, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai dari sisi teknikal terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI kembali mengalami Death Cross mendekati area oversold. IHSG ditutup di Bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20. 

Dalam riset tersebut, Phintraco Sekuritas turut melaporkan emiten yang membukukan lompatan harga tertinggi hingga akhir penutupan perdagangan hari ini. Berikut tiga saham di puncak jajaran top gainers:

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Saham INCO melejit dua digit sebesar 11,22 persen atau 440 poin ke level 4.360.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

Saham ADRO melonjak 4,68 persen atau 85 poin dan ditutup menjadi 1.900.

PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham UNTR ikut mencatat penguatan sebesar 3,30 persen atau 925 poin hingga menembus level 28.975.