IHSG Ditutup Rontok Akibat Aksi Ambil Untung Tapi 3 Saham Ini Tetap Perkasa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 0,22 persen atau 19,34 poin pada penutupan perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Koreksi ini memutus tren penguatan yang terjadi hampir sepekan sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG berada di zona hijau sepanjang sesi perdagangan pertama bahkan sempat menyentuh level 9.000. Kemudian memasuki sesi kedua, indeks domestik perlahan menurun hingga anjlok ke posisi 8.922 lalu rebound ke 8.946 sebelum akhirnya terkoreksi lagi ke area 8.925.
IHSG melemah seiring penurunan sebagai besar sektor saham dipimpin sektor bahan baku sebesar 3.22 persen. Sektor teknologi melemah 1,10 persen, sektor konsumer siklikal menyusut 0,90 persen, sektor keuangan tergerus 0,45 persen, sektor industri melemah 0,19 persen dan sektor kesehatan menurun 0,14 persen.
"Sektor basic material mencatatkan koreksi terbesar akibat profit taking setelah reli selama beberapa hari terakhir," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian pada Kamis, 8 Januari 2026.
Pergerakan IHSG
Sementara itu, sektor transportasi mencatat lonjakan tertinggi sebesar 1,50 persen. Sektor infrastruktur naik 1,43 persen, sektor properti meningkat 1,50 persen, sektor konsumer non-siklikal melambung 0,60 persen dan sektor energi melesat 0,49 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG berada di area overbought dan berpotensi membentuk Death Cross. Selain itu, IHSG membentuk pola Shooting Star yang mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah reli selama beberapa hari terakhir dan mencapai level tertinggi baru.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan sejumlah saham yang membukukan lonjakan harga tertinggi saat IHSG terkoreksi. Berikut tiga emiten di puncak jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
Saham EXCL menyalip saham AMNN di posisi pertama berkat penguatan sebesar 7,50 persen atau 300 menjadi 4.300.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Saham DSSA bertahan pada posisi kedua dengan mencatat lonjakan sebesar 2,59 persen atau 260 poin ke level 103.175.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI naik 1,77 persen atau 8 poin dan ditutup pada area 460.