IHSG Ditutup Kehilangan 54 Poin, Cek 3 Saham di Puncak Jajaran LQ45

Ilustrasi papan IHSG.
Ilustrasi papan IHSG.

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terjun lebih dalam pada penutupan perdagangan Selasa, 18 November 2025. IHSG melemah 0,65 persen atau 54,96 persen ke level 8.361,93.

Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG bergerak di kisaran area 8.341 hingga menembus level 8.442. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 18,13 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,52 juta.

Saham sektor energi mengalami koreksi terbesar, yakni 2,22 persen. Penurunan signifikan juga dicatatkan sektor siklikal sebesar 1,61 persen dan sektor bahan baku (basic materials) menyusut 1,32 persen. 

Sebaliknya, saham sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang menguat sebesar 2,88 persen. Beberapa saham terkait dengan komoditas emas masih melanjutkan koreksi akibat pelemahan harga emas dan rencana penerapan bea ekspor emas sebesar 7,5 persen hingga 15 persen yang diberlakukan pada tahun 2026. 

Ilustrasi Investasi

Tim Analis Phintraco Sekuritas menuturkan, pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh koreksi indeks bursa global dan regional yang mendorong terjadinya aksi ambil untung (profit taking). Selain itu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga menjadi faktor negatif. 

"Investor akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI besok yang menurut konsensus akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya, Selasa, 18 November 2025. 

Dalam riset yang sama, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga saham berhasil mencetak lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan sebagai berikut. 

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA melonjak sebesar 5,49 persen atau 70 poin dan ditutup pada level 1.345.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Saham CPIN mencatat kenaikan sebesar 1,95 persen atau 90 poin menjadi 4.700.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Saham SCMA meningkat sebesar 1,65 persen atau 6 poin ke posisi 370.