Sempat Terjun di Bawah Level 8.000, IHSG Ditutup Anjlok Hampir 2 Persen Usai Purbaya Umumkan APBN Defisit

Ilustrasi papan IHSG.
Ilustrasi papan IHSG.

Sejalan penurunan signifikan indeks domestik, mayoritas sektoral juga mengalami koreksi. Hanya sektor properti yang menghijau dengan kenaikan tipis 0,03 persen. 

Sektor transportasi memimpin koreksi terparah sebesar 3,99 persen lalu sektor energi melemah 3,34 persen dan sektor keuangan menyusut 2,90 persen. Sektor infrastruktur merosot 2,53 persen, sektor bahan baku tergerus 2,14 persen, sektor teknologi turun 2,08 persen, sektor non-siklikal jatuh 1,83 persen, sektor siklikal turun 1,43 persen, sektor industri ambrol 0,46 persen dan sektor kesehatan kehilangan 0,18 persen. 

Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan IHSG sejalan nilai tukar Rupiah melemah menjadi Rp 16.603 per dolar AS. Selain itu, mayoritas indeks di bursa Asia ditutup merah.

"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD mengalami Death Cross disertai dengan kenaikan volume jual. IHSG juga ditutup di bawah level MA5 dan MA20," jelas analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dikutip pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Dari sisi domestik, sentimen negatif disinyalir dari APBN mengalami defisit Rp 371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 30 September 2025. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan penyebab penyusutan dari penurunan harga komoditas global yang berimbas pada penerimaaan pajak menjadi biang kerok.  

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KiTA Oktober 2025

"Turunnya harga komoditas seperti batu bara dan sawit, menyebabkan penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan dan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri sedikit tertahan," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Oktober 2025 di Jakarta pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Meskipun IHSG terbakar, sederet emiten saham sukses mencetak lompatan harga signifikan. Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten di puncah jajaran top gainers LQ45 diantaranya:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA membukukan lonjakan tertinggi sebesar 3,24 persen atau 70 poin dan ditutup pada level 2.230.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Saham TOWR menguat 2,86 persen atau 15 poin menjadi 540.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Saham AMRT menyusul kenaikan sebesar 2,39 persen atau 50 poin ke posisi 2.140.