IHSG Ditutup Melemah Tipis, Profit Taking Jadi Biang Kerok!

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 18,14 triliun dengan volume transaksi mencapai Rp 398,10 juta Sementara itu, jumlah perdagangan yang dilakukan pelaku pasar sebanyak 2,64 juta transaksi. 

Menariknya, mayoritas sektor saham justru membukukan hasil positif dipimpin lonjakan sektor transportasi sebesar 3,36 pesen. Sektor kesehatan naik 2,37 persen, sektor teknologi menguat 1,45 persen, sektor industri naik 0,95 persen, sektor non-siklikal naik 0,13 persen dan sektor keuangan melonja 0,11 persen.

Sebaliknya, sektor infrastruktur merosot 0,60 persen lalu sektor bahan baku melemah 0,39 persen. Penurunan juga dicatatkan sektor properti sebesar 0,35 persen, sektor siklikal turun 0,22 persen dan sektor energi susut 0,07 persen. 

Ilustrasi IHSG

Tim Analis Phintraco Sekuritas menuturkan harapan akan ada perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dapat menghentikan perang masih menjadi faktor positif. Faktor penolang IHSG juga ekspektasi turunnya harga minyak mentah dunia.

"Namun secara teknikal, kondisi IHSG yang masih berada di area overbought mendorong terjadinya profit taking," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 16 April 2026.

Adapun sejumlah emiten tetap menguat meski IHSG turun. Berikut tiga saham dengan lompatan harga tertinggi (top gainers) di jajaran saham unggulan (LQ45).

Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Saham EMTK menguat 3,8 persen atau 35 poin menjadi 955.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

Saham SMGR melambung 3,75 persen atau 90 poin dan ditutup pada level 2.490.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham ANTM menyusul kenaikan sebesar 3,05 persen atau 120 poin hingga menembus area 4.060.