IHSG Ditutup Ambles 2,85 Persen, Analis Beberkan 2 Sentimen yang Jadi Biang Kerok
Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, pelemahan indeks disebabkan oleh sejumlah faktor negatif, yakni koreksi indeks di bursa global akibat memanasnya kembali konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Tekanan juga dipengaruhi adanya usulan royalti sejumlah komoditas logam, meliputi nikel, tembaga, emas, perak, dan timah.
IHSG bergerak dalam rentang 6.969 hingga 7.187 sepanjang sesi perdagangan hari ini. Volume transaksi harian tercatat mencapai Rp 53,78 miliar dengan total aktivitas perdagangan yang dilakukan para investor tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi.
Sektor bahan baku amblas paling dalam sebesar 7,80 persen. Penurunan drastis lainnya juga dicatatkan sektor transportasi sebesar 5,72 persen dan sektor energi 4,59 persen.
Sedangkan, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang berhasil membukukan hasil positif sebesar 0,70 persen saat mayoritas sektor terbakar.
"Pada pekan depan dijadwalkan akan dirilis indeks keyakinan konsumen, retail sales dan penjualan sepeda motor. Selain itu investor akan menantikan pengumuman rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026," tutur Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Jumat, 8 Mei 2026.
Adapun sejumlah emiten juga berhasil membukukan penguatan. Berikut tiga saham dengan lompatan harga tertinggi (top gainers) di jajaran saham unggulan (LQ45).
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Saham MAPI melonjak dua digit sebesar 12,36 persen atau 160 poin dan ditutup pada level 1.455.
PT Indosat Tbk (ISAT)
Saham ISAT meningkat 4,19 persen atau 90 poin ke posisi 2.240.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Saham KLBF melambung 2,22 persen atau 20 poin menjadi 920.