IHSG Ditutup Turun 138 Poin Dihantam Profit Taking di Tengah Ketidakpastian AS-Iran

IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI
IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sektor energi mengalami pukulan keras, yakni terkoreksi sebesar 2,91 persen. Sedangkan, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 2,96 persen. 

Penurunan lain dicetak sektor industri sebesar 2,79 persen, sektor konsumer siklikal turun 2,30 persen, sektor bahan baku tergerus 2,27 persen dan sektor infrastruktur kehilangan 1,63 persen. Kemudian sektor teknologi melemah 1,20 persen, sektor kesehatan menyusut 0,76 persen, sektor keuangan melemah 0,64 persen, sektor properti anjlok 0,54 persen dan sektor konsumer non-siklikal turun 0,18 persen.

"Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh profit taking di tengah ketidakpastian adanya negosiasi untuk gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 26 Maret 2026.

Ilustrasi IHSG

AS mengatakan perundingan telah berlangsung, sebaliknya Iran membantah adanya interaksi langsung dengan AS. Sedangan, Iran menyatakan tidak berniat melakukan negosiasi dengan AS dan menambahkan bahwa pertukaran proposal antara kedua negara melalui mediator bukan berarti telah terjadi negosiasi. 

Secara teknikal, Tim Analis Phintraco Sskuritas menilai meskipun IHSG ditutup melemah namun histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI mengarah di pivot area. IHSG masih  bertahan di atas MA5.

Adapun sejumlah emiten berhasil membukukan kenaikan saat IHSG terkoreksi. Berikut tiga top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA melonjak 8,26 persen atau 190 poin dan ditutup pada level 2.490.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Saham MEDC naik 4,57 persen atau 80 poin menjadi 1.830.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Saham INKP melejit 2,58 persen atau 250 poin hingga menembus area 9.950.