IHSG Ditutup Ambrol 30 Poin Tapi 3 Saham Ini Tetap Gagah di Top Gainers
Sederet keuangan mengalami penurunan drastis sebesat 1,52 persen. Kemudian sektor properti melemah 1,47 persen, sektor infrastruktur menyusut 1,44 persen, sektor siklikal merosot 0,94 persen dan sektor industri turun 0,48 persen.
Sebaliknya, sektor transportasi melesat 2,58 persen menyusul kenaikan pesat sektor energi sebesar 1,51 persen dan sektor bahan baku meningkat 1,23 persen. Kemudian sektor non-siklikal melonjak 0,94 persen serta sektor kesehatan dan teknologi menguat 0,07 persen.
Analis Phintraco Sekuritas melihat secara mayoritas koreksi IHSG sejalan penurunan indeks bursa Asia akibat sentiment negatif dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 100 persen terhadap barang-barang asal negeri Xi Jinping mulai 1 November 2025.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought dan histogram positif MACD menyempit. Namun IHSG masih bertahan di atas level MA5 di kisaran 8.214.
Lebih lanjut, analis Phintraco Sekuritas melaporkan saham-saham berhasil mencetak lompatan harga tertinggi. Berikut tiga emiten saham yang berada di puncak top gainers antara lain:
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Saham AMRT mencatat penguatan sebesar 7,73 persen atau 150 poin dan ditutup menjadi 2.090.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Saham MEDC menguat 3,02 persen atau 45 poin ke level 1.535.
Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA meningkat sebesar 2,86 persen atau 60 poin menjadi 2.160.