Shutdown AS Berakhir! IHSG Ditutup Anjlok, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran LQ45
“IHSG ditutup melemah setelah sebelumnya sempat bergerak di teritori positif,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari catatan tertulis, Kamis, 13 November 2025.
Sektor industri merosot paling dalam sebesar 1,50 persen. Tekanan indeks juga dipicu penurunan 1,23 persen, sektor non-siklikal menyusut 0,62 persen, sektor siklikal melemah 0,49 persen, dan sektor transportasi turun 0,40 persen.
Ilustrasi saham Asia merosot.
Meski IHSG terbakar, sederet sektoral lain berhasil mencetak lompatan harga signifikan. Sektor energi melonjak 1,60 persen, sektor infrastruktur melambung 1,25 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,01 persen, sektor kesehatan menguat 0,97 persen, sektor keuangan dan sektor bahan baku naik 0,26 persen.
Phintraco Sekuritas menyoroti mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat didorong oleh berita berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump telah menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan menjadi UU untuk mengakhiri shutdown AS yang terlama sepanjang sejarah negara Paman Sam.
Sebelumnya RUU ini telah mendapatkan persetujuan dari DPR AS dengan suara sebanyak 222-209. Shutdown AS belangsung selama 43 hari sejak 1 Oktober 2025.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5 dan indikator Stochastic RSI berlanjut melemah. Volume jual mengalami kenaikan,” lanjutnya.
Phintraco Sekuritas melaporkan saham-saham berhasil mencatatkan kenaikan saat indeks domestik lesu. Berikut tiga emiten saham dipuncak jajaran 45 saham unggulan antara lain:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI melonjak dua digit sebesar 16,67 persen atau 32 poin dan ditutup pada posisi 224.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Saham DSSA menguat 1,71 persen atau 1.475 menjadi 87.975.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Hasil positif saham MDKA mencatat kenaikan sebesar 1,65 persen ke posisi 2.460.