Berdarah! IHSG Ditutup Rontok 7,35 Persen Usai MSCI Bekukan Rebalancing, Tekanan Jual Tak Terelakkan
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, perdagangan sempat mengalami trading halt selama 30 menit karena IHSG sempat melemah 8 persen di perdagangan sesi kedua.
MSCI menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai. Investor global masih melihat masalah mendasar terkait dengan tingginya konsentrasi kepemilikan serta indikasi potensi perdagangan terkoordinasi.
Kebijakan pembekuan sementara ini bertujuan mengurangi risiko turnover indeks dan masalah investability. MSCI memberi waktu bagi otoritas pasar untuk melakukan perbaikan transparansi kepemilikan saham yang signifikan.
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Jika hingga Mei 2026 tidak akan kemajuan yang signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia. Jika hal ini terjadi maka berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market.
Tidak ada perubahan dari sisi sektoral, di mana seluruh sektor saham terkoreksi. Sektor infrastruktur merosot dua digit sebesar 10,15 persen.
Sektor energi melemah 8,99 persen, sektor teknologi merosot 7,55 persen, sektor transportasi tergerus 7,36 persen dan sektor industri terjun 6,60 persen. Kemudian sektor konsumer siklikal melemah 6,43 persen, sektor sektor properti menurun 6,35 persen, sektor kesehatan anjlok 4,84 persen, sektor keuangan kehilangan 4,30 persen dan sektor konsumer non-siklikal turun 3,96 persen.
Meski IHSG terbakar, Phintraco Sekuritas melaporkan dua emiten saham berhasil membukukan lonjakan harga antara lain:
Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Saham INDF menguat 2,24 persen atau 150 poin dan ditutup pada level 6.850.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA meningkat 0,93 persen atau 30 poin menjadi 3.240.