IHSG Ditutup di Zona Hijau Catat Kenaikan 44 Poin, Intip 3 Saham Kinclong
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan tren positif hingga penutupan perdagangan Rabu, 19 November 2025. IHSG menguat 0,53 persen atau 44,65 poin sehingga menembus level 8.406,58.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG sempat menyentuh area 8.426 sebagai titik tertingginya sementara posisi terendahnya di level 8.375. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar 17,52 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,25 juta.
Mayoritas sektor saham kinclong dipimpin kenaikan sektor energi sebesar 1,54 persen. Sektor non-siklikal menguat 1,09 persen, sektor infrastruktur melonjak 1,09 persen, sektor keuangan meningkat 0,80 persen, sektor industri melambung 0,57 persen, sektor kesehatan naik 0,46 persen, sektor bahan baku naik 0,27 perse dan sektor siklikal naik 0,24 persen.
Sebaliknya, sekto teknologi anjlok 0,91 persen. Kemudian penurunan juga melanda sektor transportasi sebesar 0,72 persen dan sektor properti melemah 0,40 persen.
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal bahwa IHSG ditutup di atas level MA5. Namun indicator MACD berpotensi terjadi Death Cross dan indicator Stochastic RSI bergerak melemah.
"Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways di kisaran 8.300-8.450," demikian proyeksi Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip pada Rabu, 19 November 2025.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan saham-saham tercuan sepanjang perdagangan hari ini. Berikut tiga emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Saham SMGR melesat 6,69 persen atau 170 poin dan ditutup pada level 2.710.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI menguat 6,54 persen atau 14 poin menjadi 228.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA menyusul kenaikan sebesar 4,26 persen atau 100 poin ke level 2.450.