BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Kalmaegi dan Sirkulasi Siklonik

cuaca, BMKG, cuaca ekstrem, siklon tropis, fenomena cuaca ekstrem, siklon tropis kalmaegi, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Kalmaegi dan Sirkulasi Siklonik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Berdasarkan rilis prospek cuaca mingguan yang diterbitkan Senin (3/11/2025), BMKG mencatat dua sistem atmosfer utama yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia, yakni Siklon Tropis Kalmaegi dan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Kedua fenomena ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan, gelombang tinggi, dan gangguan cuaca di sejumlah wilayah, terutama di Indonesia bagian barat dan utara.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air yang mungkin terjadi.

Pengaruh Siklon Tropis Kalmaegi dan Sirkulasi Siklonik

Siklon Tropis Kalmaegi saat ini terpantau berada di area pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Meski tidak berdampak langsung pada daratan Indonesia, keberadaan siklon tersebut memicu pengaruh tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah Indonesia bagian utara.

Sementara itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten hingga Lampung diperkirakan masih akan bertahan dalam sepekan ke depan.

Fenomena ini memperbesar peluang pembentukan awan hujan di sepanjang pesisir barat Sumatra hingga Jawa bagian barat.

Selain itu, aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin juga berkontribusi memperkuat pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi Atmosfer Global dan Regional

Analisis atmosfer skala global menunjukkan Dipole Mode Index (DMI) bernilai negatif sebesar −1.61.

Nilai ini menandakan adanya pemanasan di perairan Samudra Hindia bagian timur, dekat wilayah Indonesia, yang menyebabkan peningkatan suplai uap air menuju Indonesia bagian barat.

Akibatnya, wilayah tersebut berpotensi mengalami curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

Selain itu, Southern Oscillation Index (SOI) tercatat positif sebesar +10.9, menandakan meningkatnya aliran uap air dari Samudra Pasifik menuju Indonesia.

Kombinasi antara DMI negatif dan SOI positif ini memperkuat potensi hujan lebat di berbagai daerah.

Meski demikian, Madden–Julian Oscillation (MJO) yang kini berada di fase 6 (Western Pacific) dapat sedikit menekan pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.

Namun secara spasial, aktivitas MJO masih terlihat di kawasan Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara sehingga potensi hujan di wilayah tersebut tetap ada.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, pesisir selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Teluk Cendrawasih, dan Papua bagian utara.

Adapun Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur berpotensi menumbuhkan awan hujan di Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan utara, serta Maluku Utara.

BMKG: Waspada Dampak Cuaca Ekstrem

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat akan terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan mendatang.

Kondisi ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, hingga gangguan transportasi darat maupun laut.

Gelombang laut tinggi juga berpotensi melanda perairan Indonesia bagian utara dan barat, terutama di kawasan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.

Masyarakat pesisir serta pelaku aktivitas pelayaran diminta berhati-hati dan menyesuaikan jadwal berlayar dengan informasi terkini dari BMKG.

BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem dengan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi seperti situs web, aplikasi infoBMKG, serta media sosial.

Langkah antisipatif ini penting agar aktivitas harian dan perjalanan tetap aman di tengah perubahan cuaca yang dinamis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul “BMKG: Siklon Tropis Kalmaegi dan Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.