BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Yogyakarta 27-29 Januari 2026 Imbas Belokan Angin

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Yogyakarta 27-29 Januari 2026 Imbas Belokan Angin, Apa itu belokan angin dan mengapa berpengaruh?, Bagaimana peran suhu muka laut terhadap cuaca?, Seberapa lembap kondisi udara di wilayah DIY?, Wilayah mana saja yang berpotensi diguyur hujan?, Apakah ada potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai?

 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya fenomena belokan angin atau shearline di wilayah Jawa yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono menjelaskan, keberadaan shearline tersebut berperan penting dalam mendukung pembentukan awan hujan.

“Adanya belokan angin (shearline) menyebabkan pengumpulan massa udara di sekitar wilayah Jawa, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah DIY,” kata Warjono di Yogyakarta, Senin (26/1/2026) dikutip dari Antara.

Apa itu belokan angin dan mengapa berpengaruh?

Belokan angin atau shearline merupakan kondisi ketika arah angin berubah secara signifikan dalam suatu wilayah. Fenomena ini dapat menyebabkan penumpukan massa udara yang kemudian mendorong udara naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Proses tersebut sangat mendukung pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Dalam konteks wilayah Jawa, shearline yang terpantau saat ini dinilai cukup aktif sehingga berkontribusi terhadap kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Situasi ini membuat peluang terjadinya hujan meningkat, khususnya di wilayah DIY dan sekitarnya.

Bagaimana peran suhu muka laut terhadap cuaca?

Selain faktor angin, BMKG juga mencermati kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah Jawa. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat.

“Suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius dengan anomali suhu muka laut 0,5 hingga 1 derajat Celsius,” ujar Warjono.

Suhu muka laut yang hangat menjadi salah satu sumber energi utama pembentukan awan hujan. Semakin hangat suhu permukaan laut, semakin besar pula penguapan yang terjadi.

Uap air inilah yang kemudian menjadi bahan baku utama pembentukan awan hujan di atmosfer.

Seberapa lembap kondisi udara di wilayah DIY?

BMKG juga mencatat tingkat kelembapan udara di wilayah DIY tergolong tinggi. Profil vertikal kelembapan udara pada ketinggian 1,0 hingga 3,0 kilometer tercatat berada pada kisaran 70 hingga 95 persen.

“Sehingga, peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan,” ucap Warjono.

Kelembapan udara yang tinggi menunjukkan kandungan uap air di atmosfer cukup melimpah. Kondisi ini semakin memperkuat potensi terjadinya hujan, terutama ketika dipadukan dengan faktor shearline dan suhu muka laut yang hangat.

Wilayah mana saja yang berpotensi diguyur hujan?

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah DIY pada periode 27 hingga 29 Januari 2026.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Pada 27 Januari 2026, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di wilayah Sleman serta Kulon Progo bagian utara.
  • Pada 28 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.
  • Pada 29 Januari 2026, potensi hujan sedang masih diprakirakan terjadi di Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

BMKG menilai hujan yang terjadi dapat bersifat tidak merata, namun berpotensi disertai intensitas yang cukup tinggi dalam durasi tertentu.

Apakah ada potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai?

Selain hujan, Warjono juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi gelombang laut di perairan selatan DIY.

Selama periode yang sama, tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter dan masuk dalam kategori tinggi.

Kondisi gelombang tersebut berisiko terhadap aktivitas nelayan, pelayaran, serta kegiatan wisata di kawasan pesisir selatan Yogyakarta.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mematuhi imbauan keselamatan dari otoritas terkait.

"Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” tutur Warjono.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang