BMKG Rilis Peringatan Cuaca Buruk Dampak Bibit Siklon Tropis 91W, Cek Daftar Wilayahnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan cuaca buruk hingga Rabu (14/1/2026) seiring kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W.
Bibit siklon ini terbentuk pada 12 Januari 2026 di wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.
BMKG menyebut fenomena tersebut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan antara lain hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG menjelaskan posisi dan karakteristik awal bibit siklon tersebut.
"Saat ini pusat sirkulasi berada di sekitar Samudra Pasifik Utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28km/jam dengan tekanan 1006 hPa," tulis akun @infobmkg pada Selasa (13/1/2026).
Potensi Berkembang Rendah, Dampak Tidak Langsung Signifikan
BMKG menyatakan, potensi Bibit Siklon Tropis 91W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih dalam kategori rendah.
Meski demikian, keberadaan bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan cuaca ekstrem dan kondisi perairan berbahaya di sejumlah wilayah.
Bibit Siklon Tropis 91W diperkirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi.
Wilayah Terdampak Bibit Siklon Tropis 91W
Berikut adalah beberapa wilayah yang terdampak Bibit Siklon Tropis 91W.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat akibat Bibit Siklon Tropis 91W meliputi:
- Maluku
- Maluku Utara
- Sulawesi Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua
Wilayah Berpotensi Angin Kencang
BMKG juga mencatat potensi angin kencang di sejumlah wilayah berikut:
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
Gelombang Tinggi 1,25–2,5 Meter
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter antara lain:
- Laut Maluku
- Perairan Raja Ampat bagian utara
- Perairan Biak
- Perairan Serul
- Teluk Cendrawasih
- Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua
Gelombang Tinggi 2,5–4,0 Meter
Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di:
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat
Imbauan Kewaspadaan dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Maluku Utara dan Papua, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta kondisi perairan yang berbahaya.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi dan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh BMKG sebagai langkah antisipasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang