BMKG: Waspadai Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon 90S Saat Tahun Baru 2025/2026

Bibit Siklon Tropis 90S, Bibit Siklon Tropis, BMKG: Waspadai Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon 90S Saat Tahun Baru 2025/2026

Bibit Siklon Tropis 90S berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia jelang pergantian tahun.

Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani mengatakan, peringatan tersebut berlaku hingga Rabu (31/12/2025).

Masyarakat diimbau mewaspadai dampak Bibit Siklon Tropis 90S agar terhindar dari risiko selama momen Tahun Baru 2026.

Perkembangan Bibit Siklon Tropis 90S per 30 Desember 2025

Andri menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 90S mulai terbentuk pada 29 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung. 

Hingga Selasa (30/12/2025) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 90S berada di koordinat 7,5 derajat lintang selatan dan 101,8 derajat bujur timur.

“Masih di Samudra Hindia barat daya Lampung, berada di Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta,” ujar Andri kepada Kompas.com, Selasa (30/12/2025).

Ia menyampaikan, kecepatan angin maksimum Bibit Siklon Tropis 90S saat ini mencapai 20 knot atau sekitar 30 km/jam dan tekanan udara minimum 1006 hPa. 

Pengamatan citra satelit dalam 6-12 jam terakhir menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif di sekitar sistem terutama di utara dan selatan dari pusat sirkulasi. 

Analisis angin perlapisan juga memperlihatkan sirkulasi dari lapisan permukaan hingga 700 mb, namun masih lemah. 

Pada lapisan 500 hPa sirkulasi mulai menutup meski masih melebar ke arah barat. 

Sementara itu, pada lapisan 200 hPa, masih belum terlihat pola yang menunjukkan divergensi. 

Andri menerangkan, perkembangan Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh beberapa faktor.

Di antarannya, aktifnya gelombang low frequency dan equatorial rossby, suhu muka air laut yang hangat 28-29 derajat Celsius di sekitar sistem, vertical wind shear dalam kategori lemah, kelembapan per lapisan yang tinggi serta vortisitas yang mendukung hingga lapisan 700 mb. 

Sedangkan, faktor yang menghambat pertumbuhan bibit siklon tropis 90S, antara lain konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas yang lemah.

“Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung mengalami peningkatan dengan kecepatan maksimum berkisar 20-25 knot terlihat di utara hingga timur sistem dengan pergerakan ke arah tenggara,” kata Andri.

“Pada 48-72 jam ke depan sistem ini akan cenderung stasioner dengan pergerakan masih ke arah tenggara. Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 90S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah,” jelasnya.

Daftar Wilayah yang Terdampak Bibit Siklon Tropis 90S

Andri menyampaikan, Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga Rabu (31/12/2025) pukul 07.00 WIB.

Dampak yang ditimbulkan Bibit Siklon Tropis 90S, yakni:

  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DK Jakarta, dan Jawa Barat 
  • Gelombang kategori sedang (1,25-2,5 meter) di Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah 
  • Gelombang kategori tinggi (2,5-4,0 meter) di Samudera Hindia selatan Lampung. 

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau update cuaca BMKG terkait Bibit Siklon Tropis 90S dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak berwenang.

Dengan mengetahui wilayah yang berpotensi terkena hujan lebat dan gelombang tinggi, masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang