Top 23+ Orang Meninggal Akibat Bencana Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat, 69 Ribu Warga Mengungsi

BNPB, Sumbar, cuaca ekstrem, banjir sumbar, sumbar banjir, cuaca ekstrem sumatera barat, sumatera barat, sumbar banjir longsor, banjir sumatera barat, banjir sumbar 2025, banjir sumbar hari ini, cuaca ekstrem sumatera, 23 Orang Meninggal Akibat Bencana Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat, 69 Ribu Warga Mengungsi

Bencana cuaca ekstrem di Sumatera Barat (Sumbar) yang memicu banjir dan longsor di 13 kabupaten/kota menyebabkan 23 orang meninggal dunia.

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan penanganan darurat dengan prioritas pencarian dan pertolongan hingga Jumat (28/11/2025).

BNPB melaporkan data dampak bencana hingga Jumat pukul 16.00 WIB. Selain korban meninggal, terdapat pula warga yang masih hilang, mengungsi, serta terdampak langsung bencana.

23 Korban Meninggal, 12 Orang Masih Hilang

BNPB merinci, 23 korban meninggal dunia tersebar di beberapa wilayah:

  • Kabupaten Agam: 11 jiwa
  • Kota Padang Panjang: 6 jiwa
  • Kota Padang: 5 jiwa
  • Kabupaten Pasaman Barat: 1 jiwa

Sementara itu, 12 orang masih hilang, dengan rincian:

  • Kabupaten Agam: 11 orang
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 1 orang

BNPB juga melaporkan 69.239 orang mengungsi dan 45.733 warga terdampak akibat banjir dan longsor Sumbar. Berikut sebaran lengkapnya:

Wilayah Pengungsian

  • Kota Padang: 18.208 pengungsi
  • Kabupaten Padang Pariaman: 3.208 pengungsi
  • Kabupaten Agam: 694 pengungsi
  • Kabupaten Pasaman: 22 pengungsi
  • Kabupaten Solok: 14 pengungsi
  • Kabupaten Tanah Datar: 85 pengungsi

Wilayah Terdampak

  • Kabupaten Padang Pariaman: 10.437 warga terdampak
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 47.170 terdampak
  • Kota Solok: 3.363 terdampak
  • Kabupaten Pasaman Barat: 2.905 terdampak
  • Kabupaten Limapuluh Kota: 283 terdampak
  • Kota Pariaman: 675 terdampak
  • Kabupaten Kepulauan Mentawai: 249 terdampak
  • Kota Bukittinggi: 68 terdampak
  • Kabupaten Solok: 100 terdampak
  • Kabupaten Tanah Datar: 65 terdampak

Para pengungsi kini tersebar di fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, serta rumah kerabat.

Kerusakan Infrastruktur: 5 Jembatan Rusak Berat

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga cukup parah. BNPB mencatat:

  • 5 jembatan rusak berat, meliputi:
  • Padang Pariaman: 4 jembatan
  • Tanah Datar: 1 jembatan
  • 332 meter jalan rusak berat

Sejumlah akses jalan utama juga terdampak longsor:

  • Jalur nasional Bukittinggi – Padang: 1 titik longsor di Kota Padang Panjang
  • Jalur provinsi Padang – Bukittinggi: longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam
  • Jalur Agam – Pasaman: longsor di Lubuk Sikapiang, Kabupaten Agam

BNPB: Prioritas pada Pencarian dan Pertolongan

Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian menegaskan bahwa pemerintah terus memaksimalkan operasi tanggap darurat, terutama dalam pencarian korban dan pelayanan bagi warga terdampak.

“Prioritas penanganan pada upaya pencarian dan pertolongan serta pelayanan bagi warga terdampak, khususnya mereka yang ada di pengungsian,” ujar Rustian dalam keterangan resmi.

BNPB juga mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk pesawat Caravan (2 unit) dan helikopter Bell (1 unit) untuk mendukung mobilisasi bantuan dan operasi udara.

Pimpinan dan personel BNPB memberikan pendampingan manajemen darurat, pendataan, penyebaran informasi, serta pengerahan bantuan ke seluruh wilayah terdampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., memastikan bahwa BNPB terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang