BMKG Ingatkan Potensi Hujan saat Puncak Mudik Lebaran 2026, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait kondisi cuaca selama periode puncak arus mudik Lebaran 2026.
Korlantas Polri sebelumnya memperkirakan puncak arus mudik terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
BMKG menyebutkan, secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif.
Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa daerah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan pemudik agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca sebelum dan selama perjalanan.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG, Sabtu (14/3/2026).
Potensi Hujan Saat Puncak Arus Mudik
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Selain itu, terdapat pula pengaruh Gelombang Rossby Ekuatorial serta Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026.
Kondisi tersebut, ditambah kelembapan udara yang cukup tinggi dan atmosfer yang labil, berpotensi memicu pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Andri menyebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur.
Sementara itu, pada 18–20 Maret 2026 potensi hujan juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Gelombang Tinggi dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi
BMKG juga mencatat adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup luas di sebagian jalur mudik udara, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diprakirakan lebih dari 75 persen sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan.
“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut,” ujar Andri.
"Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026," tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi http://www.bmkg.go.id/.
Sebelum melakukan perjalanan, masyarakat juga diminta menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang