Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Dinilai Belum Maksimal Akibat Terkendala Cuaca Ekstrem

Yazid Ahmad Firdaus, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Dinilai Belum Maksimal Akibat Terkendala Cuaca Ekstrem, Hari ke-10 Pencarian Berakhir Nihil, Fokus Penyisiran di Pos 3 Tapak Nogo, Pendekatan Vertikal Dimaksimalkan, Kronologi Singkat Hilangnya Pendaki di Bukit Mogkrang

Operasi pencarian pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dinilai belum berjalan maksimal.

Pendaki yang masih dalam pencarian adalah Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah pencarian hari ke-10 belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian memutuskan memperpanjang masa operasi pencarian selama tiga hari ke depan.

Perpanjangan dilakukan hingga Sabtu (31/1/2026) dengan mempertimbangkan kendala cuaca ekstrem di lapangan.

Kepala Kantor SAR Solo, Kamal Riswandi, mengatakan keputusan memperpanjang operasi SAR diambil setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, pencarian pada masa perpanjangan sebelumnya belum optimal karena terganggu kondisi cuaca.

“Kami memutuskan untuk kembali memperpanjang masa waktu pencarian selama tiga hari dengan pertimbangan hari ini tidak maksimal karena cuaca ekstrem,” katanya.

Menurut Kamal, hujan disertai kabut tebal membatasi jarak pandang tim SAR sehingga menyulitkan proses penyisiran di medan perbukitan.

Hari ke-10 Pencarian Berakhir Nihil

Pada pencarian hari ke-10, tim SAR gabungan kembali belum menemukan tanda keberadaan korban. Berbagai metode pencarian telah dilakukan, mulai dari penyisiran darat, pemantauan udara menggunakan drone, hingga pengerahan anjing pelacak (K9).

“Hari ini hari ke-10 pencarian. Tadi sudah dilaksanakan tim SAR gabungan dengan pencarian menggunakan K9, penyisiran darat, dan saat ini vertical rescue juga melakukan pencarian, namun hasilnya nihil,” kata Kamal, Rabu (28/1/2026).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 350 personel dari 50 organisasi dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor yang dinilai berpotensi menjadi lokasi hilangnya pendaki.

“Kendala cuaca yang cukup ekstrem. Tadi saya sudah naik ke lokasi, angin cukup besar, jarak pandang juga sangat terbatas, tidak lebih dari lima meter,” ujarnya.

Fokus Penyisiran di Pos 3 Tapak Nogo

Pada hari ke-10 pencarian, tim SAR memusatkan upaya pencarian di area Pos 3 Tapak Nogo. Fokus tersebut dilakukan setelah pada pencarian hari ke-9 ditemukan petunjuk baru dari kawasan tersebut.

Koordinator Operasi SAR Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, mengatakan pencarian dibagi ke dalam lima tim Search and Rescue Unit (SRU).

"Pada pencarian hari ini, kami membagi dalam 5 tim SRU," kata Tri, Rabu (28/1/2026).

Adapun pembagian area pencarian meliputi:

  1. SRU 1 menyisir dari Pos 1 Candi ke Pos Bayangan
  2. SRU 2 menyisir dari Pos 2 Candi hingga Pos 3 Tapak Nogo
  3. SRU 3 menyisir dari Mrutu Sewu ke Pranten
  4. SRU 4 menyisir dari Sangitan menuju Ngembel
  5. SRU 5 menyisir dari Sangitan ke Jumog

Pendekatan Vertikal Dimaksimalkan

Tri menjelaskan, pada pencarian hari ke-10 seluruh potensi pencarian dikerahkan, baik melalui jalur darat maupun udara.

Tim SAR memaksimalkan pendekatan sistem vertikal untuk menyisir tebing-tebing terjal yang dicurigai menjadi lokasi hilangnya Yazid.

"Hari ini kami fokus pencarian dengan menggunakan sistem vertikal menuruni tebing-tebing terjal yang dicurigai dan tercium bau anyir dan penyisiran menggunakan vertikal dimaksimalkan dari puncak Mongkrang hingga pos 2 dan kondisi saat ini sedang hujan ringan, dan kita kerahkan semua potensi pencarian yang ada, sepertinya drone, K-9, kita optimalkan," pungkas Tri.

Kronologi Singkat Hilangnya Pendaki di Bukit Mogkrang

Sebelumnya, Yazid Ahmad Firdaus dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang bersama rekan-rekannya pada Minggu (18/1/2026).

Rombongan memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, saat perjalanan turun menuju Pos 3, Yazid terpisah dari rombongan. Tiga rekannya berhasil kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung terlihat.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas SAR dan operasi pencarian dilakukan sejak Senin (20/1/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang