Pascabanjir Kudus, PUPR Temukan 3.570 Titik Jalan Rusak akibat Hujan Ekstrem

Kudus, Pascabanjir Kudus, PUPR Temukan 3.570 Titik Jalan Rusak akibat Hujan Ekstrem

Banyak ruas jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami kerusakan setelah diguyur hujan ekstrem disertai banjir beberapa hari terakhir.

Hasil inventarisir Dinas PUPR Kudus menunjukkan, terdapat 3.570 titik jalan rusak di wilayah itu.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 titik sudah diperbaiki, sementara kurang  lebih ada 2.000 titik lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau perbaikan jalan di ruas Jalan Agil Kusumadya bersama wakilnya, Bellinda Birton, Selasa (20/1/2026).

Beberapa ruas jalan yang kini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten mengalami kerusakan parah karena tergerus air saat hujan ekstrem.

Sam’ani menegaskan, kondisi jalan rusak maupun berlubang di Kudus terjadi akibat hujan ekstrem beberapa hari terakhir, ditambah beberapa ruas jalan yang tergenang banjir.

“Perbaikan yang kami lakukan ini sebagai respons atas kerusakan jalan akibat hujan ekstrem dan banjir yang melanda Kudus,” kata dia.

Pemkab lakukan penambalan jalan

Pemerintah kabupaten melakukan perbaikan secara bertahap dengan menambal lubang jalan sesuai kondisi cuaca.

“Seperti saat ini dilakukan penambalan jalan berlubang karena kondisi cuaca cukup cerah,” tambah Sam’ani.

Dalam penanganan ini, pihaknya menurunkan empat tim sekaligus untuk melakukan perbaikan di beberapa titik.

Jalan kabupaten ditangani langsung melalui Dinas PUPR, sedangkan jalan provinsi dan nasional dikoordinasikan dengan pihak berwenang.

“Kami menambal jalan kabupaten, termasuk bekerja sama juga menambal jalan provinsi dan jalan nasional. Jalan kabupaten kami utamakan, untuk provinsi dan nasional, kita koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait,” kata Sam’ani.

Bupati menegaskan, percepatan perbaikan jalan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Kami juga terus membuka ruang koordinasi lintas sektor agar seluruh ruas jalan, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional supaya dapat tertangani secara optimal,” kata dia.

Presiden perintahkan penanganan cepat bencana banjir

Diberitakan Antara, Selasa (20/1/2026), Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pemerintah untuk menangani dampak banjir di sejumlah daerah di Pulau Jawa dengan cepat sekaligus memperkuat mitigasi di wilayah rawan bencana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai banjir, tanah longsor, dan genangan di beberapa wilayah, termasuk Pati, Kudus, dan Jakarta Utara, pada rapat terbatas Sabtu (17/1/2026) di tengah puncak curah hujan tinggi.

"Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata Prasetyo.

Laporan itu juga menyebut adanya tanggul yang jebol di beberapa lokasi. Presiden Prabowo meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian segera mengidentifikasi wilayah dan zona berpotensi banjir, rob, maupun genangan akibat curah hujan tinggi.

Langkah identifikasi ini dimaksudkan sebagai dasar pemerintah dalam menyusun antisipasi dan mitigasi agar dampak kejadian serupa bisa diminimalkan di masa depan.

"Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," ucap Prasetyo.

Presiden Prabowo juga kemungkinan akan meninjau langsung wilayah terdampak seiring masih berlangsungnya banjir dalam beberapa hari terakhir. 

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang terdampak hujan berintensitas tinggi, antara lain Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta Utara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang