BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis, Cek Wilayah yang Terdampak Cuaca Ekstrem hingga 12 Maret

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada 3 bibit siklon tropis aktif di selatan Indonesia.
Bibit siklon tropis tersebut bisa memicu terjadinya peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.
BMKG sendiri telah mencatat kejadian hujan dengan intensitas lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 2 – 4 Maret 2026, antara lain di Jawa Tengah (77,2 mm/hari), Jawa Timur (72,5 mm/hari), Sumatera Barat (67,5 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (63,2 mm/hari), Jambi (57,5 mm/hari), dan Jawa Barat (53,1 mm/hari).
Aktifnya pembentukan awan hujan yang menyebabkan tingginya intensitas hujan di Indonesia merupakan hasil dari interaksi kompleks berbagai dinamika atmosfer.
Dampak 3 bibit siklon tropis
Bibit Siklon Tropis 90S diprediksi berada di Samudra Hindia barat daya Selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 35 kt, tekanan udara minimum 998 hPa, dan bergerak ke arah timur.
Dalam 48 – 72 jam ke depan, 90S diprakirakan akan melemah.
Bibit siklon tersebut menginduksi terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan NTB, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan selatan Banten hingga selatan NTB dan dari Pulau Jawa hingga NTB.
Kemudian, Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi berada di Perairan barat Australia Barat, dengan kecepatan angin maksimum 25 kt, tekanan udara minimum 995 hPa, bergerak ke arah barat – barat daya.
Dalam 48 – 72 jam ke depan, intensitas 93S diprakirakan dalam kategori sedang. Bibit siklon tersebut mengakibatkan pembentukan low level jet, daerah konvergensi, dan konfluensi di Samudra Hindia Barat Australia bagian utara.
Terakhir, Bibit Siklon Tropis 92P, diprediksi berada di Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 15 kt, tekanan udara minimum 1004 hPa, bergerak ke arah barat – barat daya.
Dalam 48 – 72 jam ke depan, 92P diprakirakan akan melemah.
Bibit siklon tersebut menyebabkan terbentuknya low level jet di Teluk Carpentaria, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Laut Timor hingga Laut Arafuru bagian selatan dan Pesisir Utara Australia bagian utara.
Wilayah terdampak cuaca ekstrem
Periode 6 – 8 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.
Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang: Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Selatan.
Periode 9 – 12 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.
Angin kencang: Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang