Bibit Siklon Tropis 92S Terpantau di Barat Daya Banten, BMKG Ungkap Dampaknya
Bibit Siklon Tropis 92S terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten dan mulai menunjukkan peningkatan aktivitas, meski peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat masih tergolong rendah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sistem ini awalnya berasal dari gangguan tropis yang terdeteksi sejak 6 April 2026.
Selama perkembangannya, gangguan tersebut telah memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, seperti Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Gangguan tersebut kemudian meningkat menjadi Bibit Siklon Tropis 92S pada Selasa (14/4/2026) 2026 pukul 07.00 WIB di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Posisi dan Kekuatan Terkini
Berdasarkan analisis BMKG pada Rabu (15/4/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 92S berada di koordinat 11,5 derajat Lintang Selatan dan 95,6 derajat Bujur Timur, tepatnya di Samudra Hindia barat daya Banten.
"Bibit siklon tropis 92S terbentuk dari gangguan tropis di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten yang terpantau sejak 6 April 2026," kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini sistem menunjukkan peningkatan aktivitas dibandingkan hari sebelumnya.
"Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1006 hPa," ujarnya.
"Secara umum sistem ini menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif dan sirkulasi yang semakin terorganisir jika dibandingkan dengan hari sebelumnya," lanjut Andri.
Meski demikian, peluang sistem ini berkembang menjadi siklon tropis masih rendah.
"Dalam 24–48 jam ke depan peluang berkembang menjadi siklon tropis masih berada pada kategori rendah dan diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia," jelasnya.
Dampak Terhadap Perairan
Meskipun tidak berdampak langsung ke daratan, Bibit Siklon Tropis 92S tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi perairan di Indonesia.
"Bibit Siklon Tropis 92S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam, berupa gelombang sedang dengan ketinggian berkisar 1,25–2,5 meter," kata Andri.
Ia merinci, gelombang tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang