Cerita Declan Rice Hadapi Cuaca Ekstrem Florida: Wajah Merah hingga Diomeli Ibu

Declan Rice, Florida, Timnas Inggris, Timnas Kosta Rika, Piala Dunia 2026, Cerita Declan Rice Hadapi Cuaca Ekstrem Florida: Wajah Merah hingga Diomeli Ibu

Pemain Timnas Inggris, Declan Rice, menceritakan pengalaman uniknya saat beradaptasi dengan kondisi cuaca menyengat selama masa persiapan jelang kompetisi akbar.

Declan Rice memilih mengabaikan lelucon dari ibunya setelah kulitnya mengalami sengatan matahari demi fokus mendongkrak motivasi rekan-rekannya.

Iklim ekstrem di wilayah Florida, Amerika Serikat, langsung menyambut kedatangan Declan Rice di kamp latihan sejak hari pertama.

Akibatnya, dalam sesi pemotretan resmi turnamen, efek sengatan matahari terlihat jelas membuat kulit di area kepala dan lengannya memerah.

Kendati sempat mengalami insiden fisik tersebut, sang gelandang langsung membuktikan kapasitasnya di lapangan.

Ia berhasil mencetak gol pembuka dalam kemenangan telak 3-0 Timnas Inggris melawan Timnas Kosta Rika di Orlando, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian laga uji coba bersama manajer Thomas Tuchel.

"Saya rasa semua orang sudah melihat foto-foto itu, wajah saya merah menyala saat pemotretan itu," kata Rice dikutip dari The Independent, Kamis (11/6/2026).

"Ibuku sangat menyiksaku."

"Jujur saja, hari pertama kami datang, kami hanya perlu membiasakan diri dengan cuaca panas itu. Sebagai orang Inggris yang cuacanya panas dan dingin, berbagai macam cuaca, datang ke sini dan selalu suhunya 30 derajat, itu benar-benar mengejutkan."

Ketika disinggung mengenai indikator jika dirinya telah bekerja terlalu keras di bawah terik matahari, ia menjawab: “Saat kulitku terbakar!”

Kesiapan Mental Menuju Pentas Dunia

Pemain antitrust lini tengah ini bergabung sedikit terlambat ke pemusatan latihan setelah menyelesaikan musim kompetisi yang intens bersama klubnya, Arsenal.

Meski sukses merengkuh gelar juara liga domestik setelah penantian panjang sejak 2004, perjalanan tersebut juga diwarnai kekecewaan emosional di final kompetisi antarklub Eropa.

Declan Rice, Florida, Timnas Inggris, Timnas Kosta Rika, Piala Dunia 2026, Cerita Declan Rice Hadapi Cuaca Ekstrem Florida: Wajah Merah hingga Diomeli Ibu

Morgan Rogers, Declan Rice, Noni Madueke merayakan gol yang dicetak oleh Harry Kane dalam pertandingan sepak bola Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Serbia vs Inggris, di Stadion Rajko Mitic di Beograd, pada 9 September 2025. (Foto oleh OLIVER BUNIC / AFP)

turun tersebut diakuinya cukup menguras energi psikologis, namun keberhasilan meraih trofi memberinya keyakinan besar untuk bersinar di ajang Piala Dunia 2026.

"Saya merasa sangat baik. Merasa sangat bugar, merasa sangat kuat," ungkap gelandang kelahiran London pada 14 Januari 1999 itu.

"Saya mengalami beberapa masalah kecil sepanjang musim yang berhasil saya atasi dengan baik bersama fisioterapis dan manajer, jadi saya datang ke sini dalam kondisi yang sangat bagus."

Declan Rice Optimistis Tatap Piala Dunia 2026

Declan Rice mengaku berada dalam kondisi penuh percaya diri setelah berhasil meraih kesuksesan bersama Arsenal.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya yakin bahwa Timnas Inggris juga mampu mencapai pencapaian besar di ajang yang akan datang.

"Saya merasa sangat percaya diri. Saya pikir memenangkan Liga Premier itu bagi saya, saya datang ke sini dengan rasa percaya diri dan semangat yang tinggi. Sekarang saya telah melewati tahap itu bersama Arsenal, hal itu memberi saya kepercayaan diri bahwa kami bisa datang ke sini dan meraih hal-hal besar juga."

"Saat ini saya benar-benar berada dalam kondisi yang baik. Menurut saya, musim ini lebih berat secara mental daripada fisik Meskipun saya sudah memainkan begitu banyak pertandingan, emosi yang Anda alami di lapangan sepak bola sungguh luar biasa."

"Berusaha memenangkan Liga Primer dan tentu saja memenangkannya, lalu kalah di final, Anda terus-menerus mengalami pasang surut, mencoba beradaptasi," jelas Declan Rice.

"Lalu fokus penuh beralih ke Piala Dunia. Sulit untuk memikirkan Piala Dunia selama musim kompetisi karena ada begitu banyak pertandingan besar, tetapi ketika Anda benar-benar sampai di sini, saat itulah semuanya mulai terasa."

“Jadi saya senang saya tidak terlalu memikirkannya jauh-jauh hari, dan jelas sekarang saya datang ke sini dengan pikiran yang jernih, siap untuk beraksi," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang