Top 96+ Titik Pengungsian di Aceh, Ribuan Kehilangan Rumah Akibat Cuaca Ekstrem

banjir aceh, banjir longsor aceh, bencana sumatera, longsor di aceh, 96 Titik Pengungsian di Aceh, Ribuan Kehilangan Rumah Akibat Cuaca Ekstrem, Dampak Terbesar di Sumatera Utara, Aceh: 96 Titik Pengungsian, Infrastruktur Terputus, Sumatera Barat: 23 Warga Meninggal, Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memakan korban besar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11), melaporkan total 174 korban meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 luka-luka akibat rentetan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di tiga provinsi tersebut.

Dampak Terbesar di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, BNPB mencatat terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang. Korban tersebar di beberapa wilayah, meliputi:

  • Tapanuli Utara: 11 orang
  • Tapanuli Tengah: 51 orang
  • Tapanuli Selatan: 32 orang
  • Kota Sibolga: 17 orang
  • Humbang Hasundutan: 6 orang
  • Kota Padang Sidempuan: 1 orang
  • Pakpak Barat: 2 orang

Suharyanto mengatakan pendataan masih bergerak dinamis.

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ujar Suharyanto.

Akses jalan di sejumlah titik terputus, termasuk jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan jalur Sipirok–Medan. Pemerintah mengerahkan alat berat untuk membuka akses dan mempercepat distribusi bantuan.

BNPB juga memastikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, tenda, terpal, dan peralatan keluarga sudah disalurkan.

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, kompresor, tenda, dan boat LCR turut dikirimkan.

Aceh: 96 Titik Pengungsian, Infrastruktur Terputus

Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah dengan dampak terluas. BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 orang luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.

“Ini akan berkembang terus datanya. Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

Sebanyak 96 titik pengungsian muncul hanya di Kota Lhokseumawe, dan total 4.846 kepala keluarga kini mengungsi di 20 kabupaten/kota.

Kerusakan jaringan transportasi dan komunikasi sangat parah. Jalur nasional Sumut–Aceh terputus akibat longsor dan jembatan di Meureudu rusak, sehingga konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang terputus.

Beberapa wilayah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah kini hanya bisa diakses melalui jalur udara.

Untuk menjaga komunikasi penanganan darurat, perangkat Starlink telah dipasang di sejumlah daerah.

Sumatera Barat: 23 Warga Meninggal

Di Sumatera Barat, BNPB mencatat 23 warga meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 luka-luka.

Pengungsian terdapat di:

50 titik di Pesisir Selatan

3 titik di Kota Padang

Beberapa titik di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar

Total 3.900 kepala keluarga tercatat mengungsi.

Kerusakan infrastruktur terjadi pada lima jembatan di Padang Pariaman dan sejumlah titik longsor pada jalur utama Bukittinggi–Padang.

“Jalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang,” jelas Suharyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai

Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak di tiga provinsi.

Di Aceh, operasi dimulai Jumat (28/11).

Di Sumatera Utara, OMC sudah dilakukan sejak Kamis (27/11) dengan total 3.200 kilogram bahan semai digunakan.

Di Sumatera Barat, OMC dijadwalkan mulai Sabtu (29/11).

“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” tegas Suharyanto.

BNPB memastikan penanganan darurat terus berjalan dengan dukungan lintas kementerian, TNI, Polri, relawan hingga fasilitas udara untuk distribusi bantuan.

Informasi lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang