BPBD Bantul Peringatkan Cuaca Ekstrem Imbas Siklon Tropis Narelle, Warga DIY Diharap Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai kejadian dampak cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Waspadai kejadian dampak cuaca ekstrem, seperti angin kencang, bisa disertai petir, atau angin puting beliung, pohon tumbang, baliho tumbang dan sejenisnya," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah, Sabtu (28/32026).
BPBD mengimbau agar masyarakat menghindari area berisiko dengan menjauhi pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh saat ada angin kencang.
Bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lereng bukit agar mewaspadai banjir dan longsor, dengan meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi hujan tanpa henti selama satu jam.
"Apabila di rumah demi keamanan listrik, maka cabut perangkat elektronik jika petir mulai mendekat dan segera matikan aliran listrik, jika air mulai masuk ke dalam rumah," katanya, dilansir dari Antara.
Cuaca ekstrem di akhir Maret
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta BMKG Feriomex Hutagalung dalam siaran pers juga mengimbau agar warga waspada potensi cuaca ekstrem di DIY periode 28-30 Maret 2026, karena adanya Siklon Tropis Narelle di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Australia.
Fenomena itu menyebabkan pembentukan wilayah konvergensi (pumpunan massa udara) dan Shearline (belokan angin) sepanjang Pulau Jawa, kelembapan udara di lapisan 1,5-3 km berkisar 70-95 persen, serta didukung aktifnya gelombang equatorial rossby.
Kondisi tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY.
"Masyarakat agar waspada potensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul," ujarnya.
Dilansir dari (27/3/2026), Siklon Tropis Narelle terpantau aktif kembali di Samudra Hindia barat laut Australia.
Siklon ini memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia, terutama meningkatkan potensi curah hujan sedang–lebat di wilayah tertentu.
Berikut wilayah yang terdampak:
- Banten
- Daerah Khusus Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan muncul di Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Banten, Papua bagian Selatan.
Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan di sejumlah wilayah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang