BMKG Jabar Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga 12 Desember 2025, Ini Daftar Wilayahnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan hingga 12 Desember 2025.
Berdasarkan analisis terbaru, sejumlah faktor atmosfer dinilai memengaruhi peningkatan potensi hujan di wilayah Jawa Barat.
Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat mengingat intensitas hujan diperkirakan bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat dan berpotensi disertai kilat serta angin kencang.
Apa Faktor Utama Pemicu Pembentukan Awan Hujan?
BMKG mencatat adanya pengaruh gelombang Rossby ekuatorial yang aktif melintasi Jawa Barat.
Fenomena ini dikenal sebagai salah satu pemicu meningkatnya pembentukan awan-awan hujan di wilayah tropis.
Selain itu, terpantau pula adanya belokan angin dan area konvergensi yang semakin memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat masih tergolong hangat.
Kondisi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan pada skala lokal.
"Kelembapan udara di wilayah Jabar pada lapisan 850-700 mb lembap berkisar antara 60-95 persen," ujar Rahayu, Minggu (7/12/2025).
Bagaimana Prakiraan Cuaca dalam Beberapa Hari ke Depan?
Rahayu menyampaikan bahwa cuaca di Jawa Barat secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan pada pagi dan siang hari.
Namun, pada siang, sore, hingga malam hari, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi.
"Umumnya cuaca di wilayah Jabar cerah berawan hingga berawan di pagi dan siang hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang, sore, dan malam hari," katanya.
Di wilayah Bandung Raya, kondisi lokal turut memperkuat peluang terjadinya awan konvektif. Kelembapan udara pada lapisan 850 mb dan 700 mb berada pada kisaran 50–90 persen.
Selain itu, analisis streamline menunjukkan bahwa pola angin mulai mengalami perubahan. Angin variabel mengindikasikan melemahnya dominasi angin timuran (Monsun Australia) dan masuknya angin baratan (Monsun Asia), yang umumnya membawa uap air lebih banyak.
Di Mana Saja Potensi Hujan Sedang hingga Lebat?
BMKG juga merinci sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 7–12 Desember 2025, berikut daftarnya:
-
Minggu, 7 Desember 2025:
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
-
Senin, 8 Desember 2025:
Kota Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
-
Selasa, 9 Desember 2025:
Majalengka dan Kuningan.
-
Rabu, 10 Desember 2025:
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Indramayu, Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
-
Kamis, 11 Desember 2025:
Kabupaten Bogor.
-
Jumat, 12 Desember 2025:
Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Ciamis.
Berapa Rentang Suhu Udara di Bandung Raya?
Menurut BMKG, suhu minimum di Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir berada pada kisaran 18 hingga 20 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum mencapai 30 hingga 32 derajat Celsius.
Data BMKG Bandung mencatat suhu minimum terendah pada 5 Desember 2025 sebesar 19,8 derajat Celsius, sementara suhu maksimum tertinggi pada hari yang sama menyentuh 32 derajat Celsius.
Rahayu menambahkan bahwa Jawa Barat termasuk Bandung Raya saat ini telah memasuki musim hujan.
"Dengan puncak musim hujan bervariasi mulai November 2025 hingga Maret 2026," ujarnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis.
"Seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak, seperti genangan, banjir, pergerakan tanah/ longsor, dan pohon tumbang," kata Rahayu.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Prakiraan Cuaca di Jawa Barat hingga 12 Desember, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang