BMKG Imbau Jateng Selatan Waspada Hujan Lebat di Akhir Pekan akibat Bibit Siklon Tropis 98P

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi pada akhir pekan ini.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya secara umum diguyur hujan ringan hingga sedang, terutama pada malam hari.
“Suhu udara berkisar antara 25-32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 sampai 95 persen. Angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam,” katanya pada Kamis (5/2/2026), dilansir dari Antara.
Menurutnya, kondisi dinamika atmosfer pada Kamis pukul 07.00 WIB menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 98P yang terpantau berada di daratan Australia bagian utara.
Selain itu, terpantau Siklon Tropis Penha yang berada di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina.
“Keberadaan sistem atmosfer tersebut berpengaruh terhadap pola cuaca di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah bagian selatan, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan,” katanya.
Daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat akhir pekan
Berdasarkan analisis tersebut, Teguh Wardoyo mengingatkan warga selatan Jateng untuk waspada, terutama wilayah Cilacap dan Banyumas.
Menurutnya, cuaca di sekitar Cilacap dan Banyumas dalam sepekan ke depan secara umum masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang terjadi pada sore hingga malam hari.
Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada akhir pekan ini, yaitu Sabtu (7/2/2026).
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
Sementara itu, angin diperkirakan bertiup dominan dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5-45 kilometer per jam.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.
“Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini yang disampaikan BMKG melalui kanal resmi guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang