BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 15-18 Januari 2026, Dampak Bibit Siklon Tropis 91W
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Peringatan ini berlaku mulai 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan laut.
BMKG mencatat peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang dipengaruhi Bibit Siklon Tropis 91W di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir di berbagai daerah.
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–25 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 28 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di:
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT
- Laut Arafuru
Wilayah Perairan Berpeluang Terjadi Gelombang Tinggi
Kondisi ini berdampak signifikan terhadap peningkatan tinggi gelombang laut.
Wilayah Berpeluang Gelombang 2,5–4,0 Meter
Gelombang tinggi kategori 2,5–4,0 meter berpeluang terjadi di:
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
Wilayah Berpeluang Gelombang 1,25–2,5 Meter
Peningkatan gelombang kategori sedang diprakirakan terjadi di perairan berikut:
- Barat dan selatan Sumatra
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Perairan barat Kepulauan Nias
- Perairan barat Kepulauan Mentawai
- Perairan barat Bengkulu
- Perairan barat Lampung
- Selatan Jawa hingga Bali
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan Bali
- Wilayah timur Indonesia
- Laut Sumbawa
- Laut Flores
- Laut Banda
- Laut Arafuru bagian utara
- Laut Maluku
- Laut Sulawesi bagian timur
- Perairan lainnya
- Laut Jawa bagian barat dan tengah
- Teluk Bone
- Laut Bali
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Natuna Utara
- Samudra Pasifik utara Papua dan Maluku
Imbauan Keselamatan Pelayaran
BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan dengan ketentuan sebagai berikut:
Perahu nelayan: berisiko saat kecepatan angin ≥15 knot dan tinggi gelombang ≥1,25 meter
Kapal tongkang: waspada bila angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter
Kapal ferry: berisiko bila angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter
Masyarakat pesisir serta pelaku sektor kelautan dan perikanan diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca dan maritim dari kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang