Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Ancam Timur Indonesia Akibat Siklon Tropis Bualoi, Cek Daftar Wilayah Terdampak

hujan lebat BMKG September 2025, gelombang tinggi timur Indonesia, cuaca ekstrem BMKG hari ini, prakiraan cuaca Sulawesi Papua, peringatan dini BMKG siklon, daftar wilayah terdampak hujan lebat, gelombang laut 4 meter BMKG, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Ancam Timur Indonesia Akibat Siklon Tropis Bualoi, Cek Daftar Wilayah Terdampak, Posisi dan kekuatan Siklon Tropis Bualoi, Daftar wilayah berpotensi hujan lebat, Ancaman gelombang tinggi 2,5–4 meter, Imbauan BMKG untuk nelayan dan warga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di wilayah timur Indonesia untuk waspada.

Siklon Tropis Bualoi yang terbentuk di Laut Filipina diprediksi menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan gelombang tinggi pada 24–25 September 2025.

Posisi dan kekuatan Siklon Tropis Bualoi

BMKG mencatat, pusat sirkulasi Siklon Tropis Bualoi terdeteksi di tenggara Pulau Luzon, Filipina, tepatnya di koordinat 9,8 derajat LU dan 132,4 derajat BT, atau sekitar 1.050 kilometer timur laut Tahuna, Sulawesi Utara.

Ciri-ciri siklon saat ini:

  • Kecepatan angin maksimum: 83 km/jam (45 knot)
  • Tekanan udara minimum: 996 hPa
  • Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin diperkirakan meningkat sehingga masuk kategori 2 dan bergerak ke barat–barat laut, menjauhi wilayah Indonesia.

Daftar wilayah berpotensi hujan lebat

Meski siklon bergerak menjauh, dampak tidak langsung tetap terasa di sejumlah wilayah Indonesia timur.

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda:

  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Maluku Utara
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya

Hujan diperkirakan terjadi sepanjang 24–25 September 2025 mulai pukul 07.00 WIB.

Ancaman gelombang tinggi 2,5–4 meter

Selain hujan deras, gelombang tinggi berbahaya juga diperkirakan muncul di beberapa perairan:

  • 1,25–2,5 meter: Perairan Morotai-Loloda, Timur Kepulauan Halmahera, Perairan Raja Ampat, Laut Banda, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
  • 2,5–4 meter: Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga utara Papua.

BMKG menegaskan kondisi ini bisa membahayakan nelayan tradisional, pelayaran kecil, hingga operator transportasi laut.

Imbauan BMKG untuk nelayan dan warga

BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca resmi.

Khususnya bagi nelayan dan pelaku pelayaran, penting untuk menghindari aktivitas di laut saat gelombang tinggi.

Masyarakat di daratan juga disarankan waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah akibat hujan lebat.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.