BMKG Kalteng Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan

BMKG, BMKG Kalteng Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan, Wilayah mana saja yang berpotensi terdampak?, Apa penyebab meningkatnya potensi hujan lebat?, Bagaimana ciri-ciri cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai?, Bagaimana kondisi cuaca umum sepekan ke depan?

 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah melalui Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Potensi tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang serta petir atau kilat di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, mengatakan peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang berpotensi muncul akibat kondisi cuaca tersebut.

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Renianata di Palangka Raya, Senin (5/1/2026) dikutip dari Antara.

Wilayah mana saja yang berpotensi terdampak?

BMKG mencatat potensi hujan lebat disertai angin kencang berpeluang terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota tersebut diimbau untuk mewaspadai berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana.

Apa penyebab meningkatnya potensi hujan lebat?

Renianata menjelaskan, secara meteorologis terdapat sejumlah faktor yang memicu peningkatan potensi hujan di Kalimantan Tengah.

Salah satunya adalah terpantau adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi serta belokan angin di wilayah tersebut. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

"Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan belokan angin terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut," jelasnya.

Selain itu, kelembaban udara di wilayah Kalteng terpantau cukup basah dengan tingkat labilitas lokal yang kuat.

Faktor-faktor ini mendukung proses konvektif pada skala lokal, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.

Bagaimana ciri-ciri cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai?

BMKG menjelaskan bahwa sebelum terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, biasanya akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB). Awan jenis ini umumnya berwarna gelap dan menjulang tinggi.

Renianata menyebut, awan CB merupakan salah satu indikator utama terjadinya hujan lebat, angin kencang, serta sambaran petir.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan saat melihat tanda-tanda tersebut.

"Pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir," ujarnya.

Ia mengingatkan agar warga segera mencari tempat berteduh yang aman ketika cuaca mulai memburuk, namun tidak berlindung di bawah pohon karena berisiko tersambar petir atau tertimpa dahan patah.

Bagaimana kondisi cuaca umum sepekan ke depan?

BMKG memperkirakan suhu udara di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius.

Kelembaban udara berada pada kisaran 60 hingga 100 persen, sementara angin umumnya bertiup dari arah barat daya menuju timur laut dengan kecepatan sekitar 5 hingga 20 kilometer per jam.

Saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi, masyarakat diminta untuk segera berlindung di dalam rumah atau bangunan yang aman.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," kata Renianata.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang