Wilayah Ini Diprediksi Dilanda Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon Tropis 91S, Mana Saja?

Bibit Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis 91S, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hujan lebat, bibit siklon tropis, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, Wilayah Ini Diprediksi Dilanda Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon Tropis 91S, Mana Saja?

Beberapa wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang-lebat dan gelombang tinggi akibat pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (10/12/2025) pukul 07,00 WIB, sistem tersebut terdeteksi di wilayah Samudera Samudra Hindia barat daya Lampung.

BMKG melaporkan, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi di sekitar 4,9 derajat lintang selatan dan 96,1 derajat bujur timur.

Bibit siklon tersebut masih berada di dalam Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) atau Pusat Peringatan DIni Siklon Tropis Jakarta. 

Kondisi Terkini Bibit Siklon Tropis 91S

Dilansir dari laman resmi BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar Bibit Siklon Tropis 91S mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam dan terpantau di sebelah utara sistem.

Sementara itu, tekanan minimum Bibit Siklon Tropis 91S sekitar 1008 hPa. 

“Berdasarkan pengamatan citra satelit enam jam terakhir, awan konvektif terpantau cenderung persisten dengan kecenderungan sedikit meningkat,” kata BMKG.

“Namun, sebaran awan masih bersifat sporadis dan meluas ke utara sistem serta belum membentuk area deep convection yang simetris dan melingkari pusat sirkulasi,” tambahnya.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut mengisyaratkan konveksi di sekitar sistem masih fluktuatif dan belum sepenuhnya terorganisasi. 

Berdasarkan analisis angin per lapisan, pada lapisan permukaan hingga 850 hPa pola sirkulasi siklonik tampak melebar ke arah timur dari pusat sistem. 

Sementara itu, pada lapisan 700–500 hPa, pola sikulasi tidak lagi jelas dan lebih menyerupai belokan angin.

“Sedangkan pada lapisan 200 hPa terlihat adanya area divergensi di lapisan atas di sekitar pusat sirkulasi, meskipun aliran anginnya yang relatif lemah bergeser lebih ke arah timur laut,” imbuh BMKG.

Faktor yang Mendukung Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S

BMKG menjelaskan, pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby di wilayah sistem.

Faktor lainnya adalah gelombang low frequency yang secara spasial berada di sebelah timur pusat sirkulasi, kondisi sistem yang tengah berada di wilayah dengan suhu muka laut yang hangat (29-30 derajat Celsus), vortisitas yang mendukung meskipun belum terlalu kuat, dan divergensi lapisan atas yang menguat, 

Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh kelembapan udara yang relatif cukup basah dan mendukung pada setiap lapisan di sekitar pusat sistem walaupun di sebelah selatannya terdapat massa udara kering yang terpantau pada lapisan 700-500 hPa. 

Sementara itu, wind shear vertical dalam kategori sedang-kuat (20-25 m/s), konvergensi lapisan bawah yang lemah, dan belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem menjadi faktor penghambat pertumbuhan sistem. 

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 91S diperkirakan masih persisten dengan kecenderungan menurun dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15-20 knot di sebelah utara hingga timur laut sistem.

Bibit Siklon Tropis 91S diperkirakan bergerak ke arah timur mendekati Kepulauan Mentawai bagian selatan. 

Dalam 48-72 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 91S diperkirakan cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15-20 knot dengan pergerakan ke arah barat daya. 

“Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah,” kata BMKG.

Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

BMKG memperkirakan, Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap perkembangan cuaca ekstrem di Indonesia.

Peringatan tersebut berlaku selama 24 jam sejak Rabu (10/12/2025) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (11/12/2025) pukul 07.00 WIB. 

Beberapa wilayah akan dilanda hujan berintensitas sedang-lebat, yakni:

  • Sumatera Barat
  • Bengkulu
  • Lampung.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis juga berpotensi menyebabkan gelobang tinggi kategori sedang (1,25-2,5 meter) di:

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia selatan Banten
  • Selat Sunda bagian selatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang