Pancaroba-Proof! 5 Daily-Routine Ini Bisa Jaga Tetap On-Point di Tengah Cuaca Ekstrem

Ilustrasi sunscreen/sunblock/tabir surya.
Ilustrasi sunscreen/sunblock/tabir surya.

Belakangan ini masyarakat di berbagai wilayah Indonesia harus menghadapi cuaca yang sulit diprediksi. Pagi hingga siang hari bisa terasa sangat terik, namun beberapa jam kemudian hujan deras turun disertai kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit dan rambut.

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi saat cuaca panas berisiko menyebabkan kulit kehilangan kelembapan, kemerahan, hingga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini. Sementara itu, perubahan suhu dan kelembapan yang drastis juga dapat membuat rambut lebih mudah lepek, rapuh, bahkan kehilangan kilau alaminya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut sejumlah ahli kecantikan, menjaga kesehatan kulit dan rambut saat cuaca ekstrem tidak selalu harus dilakukan dengan rutinitas yang rumit. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan dasar perlindungan, hidrasi, dan pemulihan tetap terpenuhi sepanjang hari. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan, sebagaimana dirangkum Viva pada Sabtu, 6 Juni 2026.

1. Perhatikan kesehatan kulit kepala dan rambut sejak pagi

Cuaca panas dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit kepala, sementara paparan hujan dan udara lembap berpotensi membuat rambut menjadi kusam dan mudah patah. Karena itu, menjaga kebersihan sekaligus kelembapan rambut menjadi langkah awal yang penting.

Pilih produk perawatan rambut yang mampu membersihkan kulit kepala tanpa membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya. Rambut yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih kuat menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

2. Jangan lewatkan penggunaan sunscreen

Sunscreen masih menjadi perlindungan utama terhadap dampak buruk sinar UV. Dermatolog umumnya merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan perlindungan minimal SPF 30, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selain melindungi dari risiko kulit terbakar, sunscreen juga membantu menjaga skin barrier tetap sehat dan mengurangi dampak paparan sinar matahari dalam jangka panjang.

3. Biasakan re-apply saat beraktivitas

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah hanya menggunakan sunscreen sekali pada pagi hari. Padahal efektivitas perlindungan akan berkurang seiring waktu, terutama jika seseorang berkeringat atau banyak berada di luar ruangan.

Karena itu, re-apply setiap dua hingga tiga jam menjadi langkah yang disarankan untuk menjaga perlindungan kulit tetap optimal.

4. Rambut berwarna membutuhkan perlindungan ekstra

Bagi pemilik rambut yang diwarnai, paparan sinar matahari dapat mempercepat memudarnya warna rambut. Selain itu, rambut juga berisiko menjadi lebih kering akibat kombinasi panas matahari dan polusi.

Menggunakan produk perawatan khusus untuk rambut berwarna dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus mempertahankan intensitas warna agar tidak cepat kusam.

5. Lakukan pemulihan kulit setelah seharian beraktivitas

Setelah terpapar panas matahari dan polusi sepanjang hari, kulit membutuhkan proses pemulihan. Produk dengan kandungan menenangkan seperti aloe vera atau bahan pelembap lainnya dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman, kemerahan, dan mengembalikan hidrasi kulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rutinitas sederhana sebelum tidur juga dapat membantu kulit memperbaiki diri secara alami selama malam hari.

Di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi, perhatian terhadap kesehatan kulit dan rambut menjadi bagian penting dari perawatan diri. Perlindungan terhadap sinar UV, menjaga kelembapan, serta memberikan waktu bagi kulit untuk pulih setelah beraktivitas dapat membantu meminimalkan dampak perubahan cuaca terhadap penampilan maupun kesehatan kulit.