BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat 23-29 April 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Cuaca di sejumlah wilayah Jawa Barat pada pertengahan April 2026 masih didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat.
Kondisi ini tercatat berlangsung dalam periode 12 hingga 18 April 2026 dan diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer yang saling menguatkan.
Situasi ini menunjukkan bahwa hujan yang terjadi bukan sekadar fenomena biasa, melainkan hasil interaksi kompleks di lapisan atmosfer.
Apa yang memicu hujan di Jawa Barat?
Salah satu faktor utama yang memicu tingginya intensitas hujan adalah suhu permukaan laut yang relatif hangat di sebagian besar wilayah perairan Indonesia.
Kondisi ini berperan penting dalam meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, yang kemudian menjadi bahan baku pembentukan awan hujan.
Selain itu, terbentuknya area belokan angin serta pertemuan arus angin atau konvergensi di atas Pulau Jawa turut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.
Kondisi ini menciptakan akumulasi massa udara yang memicu pertumbuhan awan secara signifikan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa faktor lain yang memperkuat kondisi tersebut adalah tingginya kelembapan udara.
"Faktor lain yang memperkuat kondisi tersebut adalah tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850 hingga 500 mb, dengan kisaran mencapai 50 sampai 95 persen," ujarnya.
Bagaimana kondisi atmosfer memperkuat hujan?
Selain kelembapan tinggi, tingkat ketidakstabilan atmosfer juga berada pada kategori ringan hingga kuat.
Kombinasi kedua faktor ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif yang berkembang secara lokal namun meluas di berbagai wilayah.
Rahayu menyebutkan bahwa berdasarkan hasil monitoring, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah terjadi di banyak wilayah di Jawa Barat.
"Hasil monitoring curah hujan sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di sebagian wilayah Jabar, yakni Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Garut, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran," katanya, Rabu (22/4/2026).
Apakah hujan masih akan berlanjut?
BMKG memperkirakan dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi mempertahankan kondisi hujan.
Suhu muka laut di wilayah barat Indonesia diprediksi tetap hangat, sementara gelombang equatorial kevin terpantau aktif pada awal pekan.
Di sisi lain, peluang terbentuknya belokan angin di sekitar Jawa Barat masih ada, meskipun tidak terjadi secara terus-menerus sepanjang minggu. Kondisi atmosfer yang labil juga diprediksi tetap bervariasi dari ringan hingga kuat.
"Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang bisa terjadi pada skala lokal dan durasi singkat ada di sebagian wilayah," katanya.
Wilayah mana saja yang berpotensi terdampak?
BMKG memaparkan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dalam beberapa hari ke depan, antara lain:
- Kamis, 23 April 2026:
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran. - Jumat, 24 April 2026:
Kabupaten Bogor, Depok, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Pangandaran. - Sabtu, 25 April 2026:
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya. - Minggu, 26 April 2026: nihil.
- Senin, 27 April 2026:
Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Majalengka. - Selasa, 28 April 2026:
Kabupaten Bandung Barat, Majalengka, Kuningan. - Rabu, 29 April 2026:
Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi.
Apa imbauan BMKG kepada masyarakat?
Menghadapi kondisi cuaca yang dinamis, BMKG mengingatkan masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Risiko bencana hidrometeorologis seperti hujan deras, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang dinilai masih tinggi dan perlu diantisipasi secara serius.
"Masyarakat dan instansi kami imbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Tetap tenang namun siaga, mengenali resiko di lingkungan sekitar," kata Rahayu.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang