Mengingat Kembali Alasan Erick Thohir Pilih Patrick Kluivert Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Pakai Peci Hitam, Pelatih Timnas Baru Patrick Kluivert Resmi Diperkenalkan PSSI
Pakai Peci Hitam, Pelatih Timnas Baru Patrick Kluivert Resmi Diperkenalkan PSSI

 PSSI resmi mengakhiri kerja sama lebih awal dengan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, melalui mekanisme mutual termination. 

Keputusan ini menjadi akhir dari perjalanan singkat Kluivert yang sebelumnya digadang-gadang membawa napas baru bagi Skuad Garuda.

Langkah ini disepakati oleh kedua belah pihak dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Dengan demikian, Kluivert dan jajaran asistennya tak lagi menangani tim nasional di level senior, U-23, maupun U-20.

PSSI pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kluivert dan staf pelatih selama masa tugasnya. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pengembangan sepak bola nasional.

Namun, di tengah kabar perpisahan ini, menarik untuk kembali mengingat alasan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memilih Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 12 Januari 2025. Dia ditunjuk untuk menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat seminggu sebelumnya. 

Dalam Youtube Metro Tv, Erick Thohir menjelaskan bahwa proses penunjukan Kluivert bukan keputusan instan. Komunikasi intens antara PSSI dan pelatih asal Belanda itu sudah terjalin selama tiga bulan sebelum pengumuman resmi.

“Pilihannya banyak, kami sortir dari 15 nama. Bukan karena feeling, tapi karena program yang baik ini jadi satu kesatuan. Kami lakukan interview, dan dari situ terlihat ada chemistry, kemauan, dan keseriusannya,” kata Erick.

Erick mengatakan, Kluivert sendiri bukan sosok sembarangan. Ia pernah menjadi striker andalan Timnas Belanda dan memperkuat klub besar Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, dan Barcelona. Di level kepelatihan, ia juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Belanda dan memimpin tim-tim muda di Eropa.

Dari sisi pengalaman, visi, dan kemampuan berkomunikasi dengan pemain diaspora, Kluivert dinilai cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.

Salah satu alasan kuat Erick menunjuk Kluivert adalah kemampuannya dalam membangun kedekatan dengan para pemain diaspora yang mendominasi skuad Garuda. 

Menurut Erick, kemampuan manajemen ruang ganti (locker room management) menjadi faktor penting dalam pembentukan tim yang solid.

“Pelatih baru memang harus bisa me-manage locker room. Mayoritas pemain kita berasal dari Belanda, dan Kluivert punya kedekatan budaya serta pengalaman yang bisa membantu adaptasi mereka,” ujar Erick.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga ambisi besar Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026.

“Kalau kami mau cuma happy-happy saja, ya pakai yang ada kemarin ini saja. Tapi kalau gagal lalu salahin pelatih, itu enggak fair. Kita harus berhasil. Masak mau jadi bangsa yang kalah terus?” tegas Erick Thohir.