Cara Sembelih Ikan Halal Menurut Chef, Jangan Digetok
Kuliner halal bukan cuma soal bahan makanan bersertifikat Halal MUI. Cara mengolah bahan makanan juga menentukan kehalalan suatu sajian.
Hal ini bisa dilihat dari cara menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha. Hewan ternak tidak semata-mata dipotong.
Si penyembelih wajib membacakan basmalah dalam sekali gerakan untuk memotong urat leher hewan.
Serupa tapi tak sama, hal ini juga berlaku untuk menyembelih ikan dengan cara halal yang wajib diketahui Muslim.
"Menyembelih ikan enggak boleh digetok-getok sampai mati. Enggak boleh sebenarnya, enggak tayib, itu akan jadi haram," kata Ketua Panitia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2025, Triyanto Dartono.
Sebab menurut Islam, cara menyembelih ikan dengan menggetok kepalanya dianggap menyiksa binatang.
Ilustrasi ikan segar. Ikan laut dan ikan tawar sama-sama mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan; simak perbedaan manfaatnya dan cara mengombinasikannya untuk hasil optimal.
Adapun cara menyembelih ikan halal yang disarankan Tri adalah dengan menusuk bagian insangnya.
"Di bagian insang ikan, dibuka sedikit saja dan dimasukkan pisau sudah cukup," ujar Tri saat ditemui media di Halalicious Food Festival 2025 di JiExpo Kemayoran, Rabu (8/10/2025).
Selanjutnya, ikan bisa diolah dengan cara yang sama, yakni dikeluarkan bagian dalam perut dan dipotong-potong sesuai kebutuhan masakan.
Selaras dengan Tri, Corporate Communications LPPOM MUI Raafqi Ranasasmita, juga menyampaikan hal yang sama.
"Islam mensyaratkan penyembelihan hewan yang tidak menyiksa. Dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa metode ini lazim digunakan untuk spesies ikan yang relatif tenang," kata Raafqi saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (10/10/2025).
Cara menyembelih ikan dengan menggetoknya juga dianggap dapat menyebabkan ikan lebih cepat membusuk.
"Adapun metode seperti menusuk susunan saraf pusat akan lebih cepat mati dan membuat daging ikan tidak cepat membusuk," pungkas dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.