Mobil Listrik Terobos Banjir, Ini Batas Aman untuk Baterai
Musim hujan kerap membuat pengendara harus berhadapan dengan genangan air atau bahkan banjir di jalan. Bagi pemilik mobil listrik, kondisi ini sering memunculkan kekhawatiran terkait keamanan baterai dan komponen kelistrikan.
Pasalnya, baterai mobil listrik berada di bagian bawah kendaraan sehingga dianggap lebih rentan terkena air dibandingkan mobil konvensional. Namun, apakah setiap kali menerobos genangan air baterai langsung berisiko rusak?
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, mobil listrik pada dasarnya masih aman melintasi genangan air dalam batas tertentu.
Genangan Setinggi Ban
Menurut Yogig, genangan air yang tingginya masih sebatas roda umumnya belum menjadi ancaman serius bagi baterai mobil listrik.
"Kalau cuman lewat genangan yang masih se-ban mobil masih aman-aman saja," kata Yogig kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Hal tersebut karena baterai kendaraan listrik sudah dirancang dengan sistem pelindung dan penutup khusus untuk mencegah masuknya air saat kendaraan digunakan dalam kondisi hujan atau melewati genangan.
Meski demikian, pengemudi tetap disarankan melintas secara perlahan dan menghindari genangan yang tidak diketahui kedalamannya.
Mobil-mobil terendam banjir di jalanan Dubai setelah Uni Emirat Arab (UEA) diguyur hujan deras pada Rabu (17/4/2024).
Mobil Terendam Lama
Masalah mulai muncul ketika kendaraan terendam banjir dalam waktu lama, terutama jika ketinggian air sudah melewati roda kendaraan.
Menurut Yogig, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan air yang berpotensi memaksa air masuk ke dalam sistem baterai.
"Tapi kalau kerendam lama seharian dan kerendamnya air di atas roda, ini membuat adanya tekanan air dan bisa masuk ke dalam baterai lewat soket-soket atau seal penutup cover batre," kata Yogig.
Tekanan air yang terus-menerus terjadi saat mobil terendam menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Sebab, meskipun baterai memiliki sistem kedap air, komponen tersebut tetap memiliki titik-titik sambungan yang berpotensi menjadi jalur masuk air.
Soket Paling Rentan
Yogig menjelaskan, salah satu bagian yang paling berisiko saat mobil listrik terendam banjir adalah soket konektor baterai. Menurut dia, air umumnya lebih mudah masuk melalui area tersebut dibandingkan menembus langsung rumah baterai.
"Jadinya air bisa kasih tekanan ke baterai, biasanya air masuk paling cepat lewat soket. Kenapa? karena di soket itu ada seal kecil jadinya gampang jebol," kata Yogig.
Risiko kerusakan akan semakin besar apabila kendaraan benar-benar terendam banjir hingga sebagian besar bodi tertutup air.
"Kalau mobilnya terendam banjir katakanlah semalaman dan banjirnya hampir menutupi semua atap mobil, berarti ini kan dalam banjirnya mobil kerendam," kata Yogig.
Dalam kondisi tersebut, air dapat memberikan tekanan yang sangat besar pada berbagai komponen kelistrikan, termasuk baterai tegangan tinggi.
Akibatnya, potensi terjadinya korosi, penurunan performa baterai, hingga kerusakan permanen menjadi lebih tinggi.
Inovasi baterai mobil listrik dari Korea Selatan
Jangan Langsung Dianggap Aman
Meski mobil listrik masih bisa beroperasi normal setelah terkena banjir, bukan berarti seluruh komponen benar-benar aman.
Kerusakan akibat air terkadang tidak langsung muncul sesaat setelah kendaraan dibersihkan. Dalam beberapa kasus, masalah baru terlihat beberapa bulan kemudian akibat korosi pada konektor atau komponen internal baterai.
Karena itu, apabila mobil listrik sempat terendam banjir, terutama hingga melewati roda atau berlangsung dalam waktu lama, pemilik disarankan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem baterai dan kelistrikan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam komponen vital yang dapat memengaruhi keselamatan maupun umur pakai baterai di kemudian hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang