4 Faktor Penyebab Makanan Cepat Basi, Suhu hingga Waktu

basi, penyebab makanan basi, makanan basi, 4 Faktor Penyebab Makanan Cepat Basi, Suhu hingga Waktu

Makanan yang kita konsumsi bisa cepat rusak karena ulah organisme kecil, yakni bakteri.

Bakteri bisa menyebabkan makanan basi dan menimbulkan keracunan jika mereka berkembang biak tanpa terkendali.

Bakteri tidak bisa bergerak sendiri. Mereka hanya bisa berkembang biak jika ada makanan yang tersedia.

Proses perkembangbiakan terjadi sangat cepat, bahkan ada yang bisa membelah diri beberapa kali dalam satu jam.

Jenis makanan berprotein tinggi seperti daging, unggas, ikan, telur, dan produk susu merupakan sasaran utama bakteri. Sementara buah dan sayur memang bisa busuk, tapi prosesnya lebih lambat.

Makanan basi dan makanan berbahaya

Perlu diketahui, makanan yang basi belum tentu berbahaya. Biasanya, makanan yang sudah rusak akan menimbulkan bau menyengat, tampak berlendir, atau berubah warna, sehingga kita enggan memakannya.

Yang lebih berbahaya justru patogen seperti Salmonella atau E. coli. Mereka bisa menyebabkan keracunan tanpa memberi tanda-tanda jelas pada makanan. Artinya, makanan bisa terlihat normal tapi tetap berisiko.

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan bakteri

Selain makanan dan oksigen, ada empat faktor utama yang bisa kita kendalikan untuk mencegah makanan cepat basi:

1. Suhu

Bakteri tumbuh subur pada rentang suhu 5 sampai 60 derajat Celsius, dikenal sebagai danger zone.

basi, penyebab makanan basi, makanan basi, 4 Faktor Penyebab Makanan Cepat Basi, Suhu hingga Waktu

Ilustrasi baketri Salmonella typhi.

Makanan dingin sebaiknya disimpan di bawah 4 derajat Celsius, sementara makanan beku pada 0 derajat Celsius atau lebih rendah.

Makanan panas yang disajikan secara prasmanan harus tetap di atas suhu 60 derajat Celsius. Untuk benar-benar membunuh bakteri, makanan harus dipanaskan hingga minimal 74°C.

2. Waktu

Makanan tidak boleh terlalu lama berada di suhu ruang. Batas amannya adalah maksimal 1 jam dalam danger zone.

Contoh: daging ayam yang terlalu lama di keranjang belanja, mobil, lalu meja dapur sudah berisiko tinggi terkontaminasi.

3. Kelembapan

Bakteri membutuhkan air untuk hidup. Karena itu, makanan berair seperti daging, susu, dan sayuran lebih cepat rusak. Sebaliknya, bahan kering seperti beras atau kacang bisa bertahan lebih lama.

Garam dan gula dapat membantu mengawetkan makanan karena menyerap cairan dari bakteri melalui proses osmosis.

4. Tingkat keasaman

Bakteri tumbuh paling baik pada kondisi netral (pH sekitar 7), seperti pada daging, susu, dan telur.

Makanan asam seperti jeruk, tomat, cuka, atau buah beri kurang disukai bakteri sehingga lebih awet.

Mengendalikan bakteri dalam makanan memang bisa dilakukan dengan beberapa cara. Namun, faktor yang paling penting adalah pengaturan suhu.

Selalu simpan makanan sesuai kategorinya, hindari terlalu lama membiarkannya pada suhu ruang, dan perhatikan proses pemasakan serta penyimpanan ulang.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.