Cara Memasak Nasi agar Gizinya Tetap Terjaga, Ini Tips dari Ahli
Nasi menjadi salah satu makanan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk di Indonesia.
Mulai dari nasi putih biasa hingga olahan seperti nasi goreng, nasi uduk, atau biryani, bahan makanan ini selalu jadi pilihan utama.
Namun, bagaimana sebenarnya cara memasak nasi yang tepat agar kandungan nutrisi tidak hilang saat dikonsumsi?
Dilansir Kompas dari Times of India, Selasa (14/4/2026) ada beberapa langkah menurut ahli yang bisa kamu coba untuk membantu mengurangi pati dan memastikan nutrisi pada nasi tetap terjaga.
Cara memasak nasi agar tetap terjaga nutrisinya
Secara umum, ada beberapa metode memasak nasi yang biasa digunakan. Pertama adalah metode rebus, yaitu memasak beras dengan air dalam jumlah banyak, lalu airnya dibuang setelah matang.
Cara ini menghasilkan nasi yang pulen dengan butiran terpisah. Kedua, metode serap (absorption), yakni memasak nasi dengan takaran air tertentu hingga terserap habis. Metode ini dinilai mampu mempertahankan rasa dan nutrisi lebih baik.
Selain itu, ada metode kukus, di mana beras yang sudah direndam dimasak dengan uap hingga matang. Hasilnya nasi lebih lembut dan tidak terlalu banyak pati.
Terakhir, metode menggunakan pressure cooker atau rice cooker bertekanan, yang praktis dan cepat, cocok untuk kebutuhan sehari-hari tanpa mengorbankan tekstur nasi.
Kelebihan metode dalam memasak nasi

Ahli gizi asal Mumbai, Amita Gadre, menjelaskan bahwa setiap metode memiliki kelebihan masing-masing. Ia membahas tentang metode rebus dan buang air sebagai cara yang dapat mengurangi sebagian pati larut.
Sementara metode serap dinilai lebih baik dalam menjaga kandungan gizi karena air tidak terbuang.
Ada juga metode lain yang mulai banyak dibahas, yaitu parboiling atau setengah merebus beras. Dalam metode ini, beras direbus dengan air berlebih, lalu airnya dibuang. Setelah itu, beras dimasak kembali dengan air baru hingga matang. Cara ini disebut dapat membantu mengurangi kandungan arsenik dalam beras.
Selain itu, menyimpan nasi matang di lemari pendingin semalaman juga bisa meningkatkan kadar resistant starch atau pati resisten.
Jenis pati ini tidak mudah dicerna tubuh, sehingga dapat membantu mengurangi penyerapan kalori hingga sekitar 15–20 persen.
Dalam penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa memasak nasi dengan air berlebih memang dapat menurunkan risiko paparan arsenik. Namun, cara ini juga berpotensi mengurangi kandungan mineral penting, sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing.
Maka dari itu, dalam memilih cara memasak nasi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, baik dari segi kesehatan, rasa, maupun kepraktisan dalam memasak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang