Panduan Suhu Memasak Daging yang Pas, Tips Anti Gagal dan Aman
Membakar atau memanggang daging di halaman rumah bareng teman-teman memang selalu jadi agenda yang seru.
Bau asapnya yang khas dan bunyi desisan daging di atas jeruji panggangan pasti langsung bikin perut keroncongan.
Tapi, jujur saja, pernah tidak kamu merasa was-was saat membalik daging?
Seperti bagian dalamnya sudah matang belum, atau takut gosong.
Mengutip dari Real Simple dalam artikelnya yang berjudul "Meat Cooking Temperatures", berikut adalah panduan suhu memasak daging yang pas, aman, dan dijamin anti gagal untuk berbagai jenis daging.
Gunakan alat Termometer Daging (Meat Thermometer)
Sebelum kita masuk ke daftar angka-angkanya, ada satu alat yang wajib kamu punya di dapur atau di dekat panggangan, yaitu termometer daging instan (instant-read meat thermometer).
Kenapa alat ini penting? Karena kita tidak bisa mengukur tingkat kematangan daging secara akurat hanya dengan melihat perubahan warnanya atau dengan cara ditekan-tekan pakai jepitan.
Membaca suhu langsung dari pusat daging adalah satu-satunya cara paling kredibel untuk memastikan daging tersebut aman dikonsumsi sekaligus tetap juicy.
Daftar Suhu Memasak Daging yang Pas dan Aman
Berdasarkan standar keamanan pangan yang dirangkum oleh Real Simple, setiap jenis daging punya "titik aman" masing-masing agar bakteri jahat seperti Salmonella atau E. coli mati sempurna. Ini dia daftarnya:
1. Daging Sapi, Domba, dan Anak Sapi (Potongan Utuh / Steak)
Untuk daging merah berbentuk potongan utuh seperti steak, filet, atau roast, kamu punya fleksibilitas untuk memilih tingkat kematangan sesuai selera.
Ingat, tusuk termometer tepat di bagian tengah daging yang paling tebal (hindari mengenai tulang atau lemak):
- Rare (Setengah Matang Ringan): 52°C hingga 54°C (Bagian tengah masih sangat merah dan hangat).
- Medium Rare (Setengah Matang Pas): 57°C (Ini adalah tingkat kematangan paling favorit karena daging berada di titik paling empuk dan juicy).
- Medium: 60°C hingga 63°C (Bagian tengah berwarna merah muda).
- Medium Well: 66°C (Hanya tersisa sedikit warna merah muda).
- Well Done (Matang Sempurna): 71°C (Daging matang merata sampai ke dalam, tanpa warna merah muda).
2. Daging Giling (Sapi, Domba)
Punya rencana membuat patty burger sendiri di rumah? Aturan mainnya berbeda dengan daging steak, ya.
Menurut data Real Simple, daging yang sudah digiling wajib dimasak hingga mencapai suhu internal minimum 71°C.
Kenapa harus lebih panas? Karena proses penggilingan berpotensi menyebarkan bakteri dari permukaan daging ke seluruh bagian.
Jadi, tidak disarankan menyantap burger dengan tingkat kematangan rare, ya!
3. Daging Unggas (Ayam, Bebek, Kalkun)
Baik itu dada ayam filet, paha bawah (drumstick), maupun ayam utuh satu ekor, kategori unggas tidak mengenal istilah medium-rare.
Daging unggas wajib matang sempurna demi alasan kesehatan.
Pastikan termometer kamu menunjukkan angka 74°C sebelum ayam diangkat dari panggangan atau kompor.
Demikian, tips penting dari para koki profesional yang sering dilewatkan pemula: Jangan tunggu sampai angka termometer mencapai target maksimal baru kamu mengangkat daging dari api.
Daging memiliki fenomena yang disebut carryover cooking. Artinya, setelah daging diangkat dari panggangan atau wajan, suhu internalnya akan terus naik sekitar 2°C hingga 5°C karena energi panas yang masih terperangkap di dalam daging sedang bergerak merata.
Angkat daging sedikit lebih awal (sekitar 2 derajat sebelum target), lalu letakkan di talenan dan biarkan daging beristirahat (resting) selama 5 hingga 10 menit sebelum dipotong.
Proses resting ini juga berfungsi menahan cairan alami (juice) daging agar tidak keluar dan kering saat diiris.
Dengan mengikuti panduan suhu di atas, kamu tidak perlu menebak-nebak lagi saat memasak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang