Cara Memasak Olahan Daging Agar Lebih Sehat, Ini Tips dari Pakar
Momen Idul Adha selalu menjadi momen dimana ada banyak daging kurban yang melimpah. Berbagai olahan daging juga mulai dibuat mulai dari masakan sate, gulai, hingga rendang.
Namun ada tantangan yang harus dihadapi sebelum memutuskan mengolah daging kurban yakni daging yang terasa alot.
Tidak hanya itu, untuk memastikan bahwa olahan yang dikonsumsi baik untuk kesehatan, maka pakar juga membagikan tips terbaik untuk memasak daging yang lebih sehat.
Sejumlah pakar seperti Kemenkes RI Budi Gunadi Sadikin dan dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University memberikan informasi mengenai cara mengolah daging yang tepat.
Tips mengolah daging agar empuk
Sebelum mengolah daging menjadi lebih sehat, pastikan bahwa olahan daging empuk terlebih dahulu sebelum diolah dengan berbagai hidangan.
Menurut Reisi Nurdiani, MSi, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan dalam mengolah makanan agar lebih empuk dan tidak kehilangan nutrisinya.
Daging yang diolah pada suhu tinggi memang mengurangi sejumlah manfaat atau nutrisi yang ada didalamnya.
Misalnya, protein dan zat besi. Menurut Reisi, daging matang mengalami penurunan protein dibandingkan dengan daging mentah.
Namun, karena mengalami denaturasi protein yang dimiliki daging jadi mudah diserap tubuh. Selain itu, zat besi yang dimiliki daging matang juga mengalami sedikit pengurangan.
Reisi menambahkan agar daging kurban tidak alot dan berkurang nutrisinya maka penggunaan bahan alami bisa menjadi solusi praktis yang bisa digunakan sehari-hari.
Dua bahan yang paling populer adalah daun pepaya dan nanas. Daun pepaya mengandung papain ini mampu memecah jaringan protein pada daging sehingga teksturnya lebih empuk.
“Caranya cukup sederhana. Daun pepaya setengah tua dihancurkan, lalu dibalurkan ke permukaan daging dan didiamkan beberapa saat sebelum dimasak.” terangnya.
Selain daun pepaya, nanas juga bisa menjadi alternatif alami untuk mengempukkan daging yakni nanas. Enzim bromelin yang bekerja sama dengan papain juga bisa mengempukkan daging dan memberikan aroma segar.
“Nanas bisa diparut lalu dioleskan pada daging sebelum dimasak. Selain membantu mengempukkan, nanas juga memberi aroma segar pada masakannya”. tambahnya
Tidak hanya penggunaan bahan alami, cara memasak yang tepat juga bisa mempengaruhi daging terasa empuk atau alot.
Menurutnya, bagian daging yang terasa alot seperti paha dan betis perlu dimasak dengan metode slow cooking dengan presto.
Sementara itu, bagian daging yang sudah empuk seperti tenderloin atau has dalam tidak perlu dimasak terlalu lama.
Ia juga menambahkan jika membuat sate maka potong dengan ukuran kecil dan tipis agar mudah matang dan tidak menghilangkan nutrisinya.
Cara memasak sate lebih sehat ala Kemenkes
Ilustrasi sate kambing maranggi daging sapi, sajian sedap khas Purwakarta, Jawa Barat.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI yakni Budi Gunadi Sadikin dalam postingan instagram pribadinya pada Kamis (28/5/2026) juga membagikan cara memasak sate agar lebih sehat.
Olahan sate yang tidak terlepas dari tekstur smoky akibat pembakaran bisa menyebabkan karsinogen.
Ada beberapa langkah yang bisa kamu coba, pertama tambahkan bumbu kuning terlebih dahulu sebelum dibakar. Bisa berupa kunyit atau sereh karena kedua bahan ini bisa menurunkan karsinogen hingga 90 persen.
Kedua, rebus dengan bumbu kuning tersebut sebentar baru dibakar. Ketiga, jika kamu menemukan lemak baiknya untuk tidak dibakar karena bagian dari sapi yang mudah gosong dan berpotensi memunculkan karsinogenik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang