Anti Gagal! Begini Bisa Turunkan Berat Badan 2kg Dalam Sepekan

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet

 Menurunkan berat badan tidak bisa dilakukan dalam semalam. Kunci penurunan berat badan yang tepat dan konsisten ada pada pilihan-pilihan kecil yang konsisten kamu lakukan setiap hari hingga akhirnya membawa kamu ke target yang diinginkan.

Pelatih kebugaran dan nutrisi, Kush Malhotra, mengingatkan masyarakat untuk berhenti mengejar hasil instan dan memahami perbedaan antara penurunan berat badan sementara dan penurunan lemak tubuh yang benar-benar bertahan lama.

Dalam unggahan Instagram pada 13 November, ia menjelaskan kenapa metode diet ekstrem sering menghasilkan angka yang menipu di timbangan, dan mendorong pendekatan yang lebih sabar dan berbasis sains.

Dalam video tersebut, Kush mengatakan bahwa langkah drastis seperti memangkas karbohidrat secara ekstrem atau melakukan kardio berlebihan memang bisa membuat berat badan turun cepat tapi itu lebih banyak ilusi.

“Gimana bisa kamu kehilangan 2 kilogram lemak dalam seminggu? Aku tunjukkan,” ujar Kush dikutip dari laman Hindustan times, Jumat 2 Desember 2025.

Kehilangan berat air vs kehilangan lemak sungguhan

Ia meluruskan tentang defisit kalori tinggi dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Menurutnya, penurunan lemak yang realistis per minggu hanya sekitar 500 gram, yang bisa dicapai dengan defisit 500 kalori per hari. Menurutnya, tambahan 1,5 kilogram yang turun akibat diet ekstrem sebenarnya lebih banyak berasal dari berat air, bukan lemak tubuh.

“Ini setara dengan sekitar 500 gram lemak tubuh. Kalau kamu konsisten defisit 500 kalori per hari, itulah jumlah lemak yang bisa hilang dalam seminggu. Tapi kalau kamu mengurangi karbohidrat drastis dan melakukan dua sampai tiga jam kardio setiap hari, kamu bisa kehilangan tambahan 1,5 kilogram lagi. Ya, berat badanmu akan turun lebih banyak. Tapi sebagian besar itu hanya berat air, bukan lemak tubuh.”

Cara benar membakar lemak

Untuk perubahan komposisi tubuh yang nyata dan bertahan lama, Kush menawarkan strategi sederhana berbasis kebiasaan seperti defisit kalori 250–500 kalori per hari, konsumsi 1–1,5 gram protein per kilogram berat badan, dan lakukan latihan beban 4–5 kali per minggu. Ia menjelaskan, banyak orang tidak paham bahwa ada perbedaan besar antara penurunan berat badan dan penurunan lemak.

”Secara realistis, penurunan lemak maksimal per minggu hanya sampai 500 gram. Dan bagi kebanyakan orang, mencapai angka itu pun sudah cukup menantang. Untuk benar-benar kehilangan lemak, kamu harus menjaga defisit kalori harian 250–500 kalori, konsumsi protein 1–1,5 gram per kilogram berat badan, dan latihan beban 4–5 kali seminggu,” kata dia.

Kush menegaskan hal terpenting adalah pola pikir.

”Yang paling penting, buang mindset ingin hasil instan. Lemakmu nggak naik dalam satu atau dua hari, jadi hilangnya pun nggak mungkin dalam satu atau dua hari,” kata dia.

Pandangan Ahli Gizi

Mendukung penjelasan Kush,  Kepala Layanan Nutrisi Klinis dan Dietetik di Aster CMI Hospital, Edwina Raj  Bengaluru, menjelaskan kebingungan umum soal perbedaan berat air dan berat lemak.

”Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan tidak dapat membedakan apakah tubuh mereka menahan lebih banyak air atau menyimpan lebih banyak lemak. Keduanya bisa membuat tubuh terasa berat, tapi mekanismenya berbeda. Retensi air terjadi ketika tubuh menahan cairan lebih banyak dari biasanya biasanya karena konsumsi garam tinggi, perubahan hormon, kurang tidur, atau stres,” kata dia.

Ia menambahkan, dalam kondisi ini, berat badan bisa naik atau turun tiba-tiba dalam satu atau dua hari. Cincin terasa lebih sempit, wajah tampak bengkak, atau perut terasa kembung. Berat ini biasanya cepat turun ketika seseorang mengurangi garam, cukup minum, dan tidur cukup. Sementara itu, kenaikan lemak terjadi perlahan, tidak berubah dalam semalam.

”Ini meningkat ketika kamu makan lebih banyak kalori daripada yang kamu bakar dalam jangka panjang. Lemak disimpan di bawah kulit atau di sekitar organ, dan butuh rencana jangka panjang untuk menguranginya,” kata dia.

Edwina juga membenarkan tiga langkah yang disarankan Kush sebagai pendekatan sehat untuk menurunkan lemak. Ia berkata, untuk menurunkan lemak dengan aman, defisit kalori penting. Kebanyakan orang bisa menjaga berat badan sehat dengan defisit 250–500 kalori per hari.

Dia menjelaskan,  defisit kalori dalam jumlah lebih besar bisa menyebabkan hilangnya massa otot dan memperlambat metabolisme. Selain itu, ketika seseorang ingin menurunkan berat badan, penting juga mengonsumsi protein.  Protein diketahui dapat melindungi otot saat lemak turun.

”Konsumsi 1–1,5 gram protein per kilogram berat badan adalah aturan sederhana dan efektif. Protein membantu kenyang lebih lama sehingga diet lebih mudah diikuti. Menambahkan latihan kekuatan juga mendukung penurunan lemak dan memperbaiki bentuk tubuh. Latihan 4–5 jam per minggu membantu membangun otot, membakar lebih banyak kalori, meningkatkan metabolisme, serta menjaga tulang kuat dan kebugaran meningkat,” kata dia.

Ia menyimpulkan, bahwa berat air bisa berubah cepat, sementara kehilangan lemak butuh konsistensi. Defisit kalori yang seimbang, cukup protein, dan rutin latihan kekuatan membuat proses penurunan berat badan lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.