Pakar Gizi: Jangan Asal Makan Sarden Kalengan, Ini Cara Benarnya

Pakar Gizi: Jangan Asal Makan Sarden Kalengan, Ini Cara Benarnya

Sarden kalengan termasuk produk Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra olahan, tetapi dianggap aman dikonsumsi.

Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan pola makan seimbang, serta tidak dikonsumsi dalam jangka waktu terlalu sering atau berkepanjangan.

"Ya, memang sarden dikonsumsi tidak harian, tetapi by time. Mungkin seminggu sekali dan itupun cara memasaknya harus yang benar," jelas Ahli Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Toto Sudargo.

Bahkan, bagi anak-anak yang tidak doyan sayur, disarankan mengonsumsi sarden maksimal setengah bulan sekali alias tidak boleh terlalu sering.

Cara makan sarden kalengan yang benar dan sehat

Meskipun sarden kalengan termasuk produk UPF, Toto menekankan bahwa kandungan gizi, termasuk protein dan lemak omega-3, tetap utuh dalam makanan kalengan ini.

Pakar Gizi: Jangan Asal Makan Sarden Kalengan, Ini Cara Benarnya

Ilustrasi sarden kaleng dimasak dengan beragam bumbu.

Untuk memaksimalkan asupan gizi, sebaiknya mengonsumsi sarden kalengan dibarengi dengan sayur-sayuran.

Ini berkaitan dengan tingginya kandungan natrium di makanan sarden kalengan, sehingga butuh sesuatu untuk menetralkannya.

Kombinasi lauk tinggi protein dan sayuran ini bakal membantu mengurangi kadar natrium tinggi dari sarden.

"Natrium itu akan tereduksi oleh serat sehingga ketika mengonsumsi sarden, sesungguhnya harus ada sayur-sayur yang menyertainya di situ," tutur Toto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

"Karena kalau (mengonsumsi) garam yang terlalu tinggi, kerja ginjal akan berat, ya," jelas Toto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang