Jangan Berangkat Haji Sebelum Tau Ini! Buya Yahya Ungkap Persiapan Paling Penting yang Sering Dilupakan
Banyak orang mengira persiapan haji hanya soal biaya, koper, dan acara syukuran sebelum keberangkatan. Padahal, menurut Buya Yahya, ada persiapan yang jauh lebih penting dan justru sering dilupakan oleh calon jemaah haji.
Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Tanpa persiapan batin yang matang, seseorang bisa saja menjalankan rangkaian ibadah, namun tidak merasakan makna spiritual yang sebenarnya.
Menurut Buya Yahya, hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum berangkat haji adalah hati yang bersih dan tulus karena Allah. Ia menegaskan bahwa niat menjadi dasar utama dari setiap ibadah, termasuk haji.
"Persiapan yang terpenting adalah hati ini, takwa, hati yang benar, hati yang baik, hati yang tulus karena Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Jumat, 24 April 2026.
Di masyarakat, sering kali calon jemaah haji mengadakan acara syukuran besar sebelum berangkat. Meski hal tersebut diperbolehkan, Buya Yahya mengingatkan agar tidak berlebihan hingga membebani biaya.
"Syukuran penting, perlu, akan tetapi tidak boleh menjadi sebab kita berat haji. Kadang biaya syukuran mendekati biaya haji juga berjuta-juta,” ujarnya lagi.
Selama ini, banyak orang hanya fokus mempelajari tata cara haji secara teknis atau yang dikenal sebagai manasik zahir. Padahal, Buya Yahya menekankan pentingnya memahami manasik batin.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis, ibadah haji sebenarnya cukup sederhana, seperti ihram, tawaf, wukuf di Arafah, dan melempar jumrah. Namun yang lebih penting adalah kesiapan hati selama menjalankan ibadah tersebut.
"Yang paling penting manasik batin, bagaimana kita menata hati kita di saat kita berada di sana, merasa bahwa kita adalah di tempat mulia,” tegasnya.
Selain kesiapan hati, Buya Yahya juga menekankan pentingnya memiliki ilmu yang cukup sebelum berangkat. Ilmu ini membantu jemaah memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama ibadah.
"Bekal ilmu haji ini jauh lebih penting supaya kita bisa menghindar dari yang diharamkan, agar meningkatkan kualitas ibadah,” tegasnya lagi.
Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah kondisi keluarga yang ditinggalkan di rumah. Menurut Buya Yahya, keselamatan dan akhlak keluarga juga menjadi bagian dari persiapan haji.
"Kalau anda seorang suami istri lalu anak gadis anda sudah gede di rumah lalu anda tinggal sendiri, Anda harus berpikir siapa yang menemani,” ungkapnya.
Pesan ini menjadi sangat penting, terutama bagi orang tua yang meninggalkan anak-anak dalam waktu cukup lama selama ibadah haji berlangsung.
Ia juga menambahkan bahwa ibadah haji tidak hanya soal rukuk dan sujud di Tanah Suci, tetapi juga memastikan keluarga tetap dalam kondisi aman dan terjaga.
Buya Yahya juga mengingatkan agar jemaah tidak sibuk dengan hal-hal yang kurang bermanfaat selama berada di Tanah Suci, seperti terlalu banyak berfoto atau menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting.
Menurutnya, kesempatan berada di tempat suci harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan doa.
Dengan persiapan yang matang, baik secara batin maupun ilmu, ibadah haji dapat menjadi pengalaman spiritual yang benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan.