Top 5+ Amalan Isra Mi’raj yang Dianjurkan bagi Umat Islam
Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Tidak hanya menjadi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj juga menjadi tonggak penting ditetapkannya kewajiban salat bagi umat Islam.
Oleh karena itu, peringatannya selalu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antara hamba dan Sang Pencipta.
Bagi umat Muslim, Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial tahunan. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amalan ibadah, memperdalam keimanan, serta memperbaiki kualitas spiritual.
Beragam amalan Isra Mi’raj dianjurkan agar peringatan hari besar ini benar-benar membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Makna Isra Mi’raj dalam Kehidupan Umat Islam
Amalan Isra Mi’raj menjadi salah satu yang memberi banyak keberkahan bagi kita. Isra Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem, lalu menuju Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa inilah, Allah SWT menyampaikan perintah salat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada awalnya, perintah salat diwajibkan sebanyak 50 kali dalam satu hari satu malam. Namun, atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu dalam satu hari satu malam. Dalam salat, Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah SWT berbagai hal, seperti keselamatan hidup, rezeki yang halal, serta keteguhan iman.
Sebagaimana diketahui, salat merupakan salah satu dari rukun Islam dan menjadi ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Oleh sebab itu, Isra Mi’raj memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam dan patut diperingati dengan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan Isra Mi’raj yang Dianjurkan
Berikut beberapa amalan Isra Mi’raj yang dianjurkan dan dapat diamalkan oleh umat Islam sebagai wujud rasa syukur.
1. Memperbanyak istighfar
Bulan Rajab dikenal sebagai bulan istighfar. Pada bulan ini, Allah SWT memberikan ampunan atas dosa-dosa hamba-Nya. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca sayyidul istighfar pada pagi dan sore hari.
"Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana abduka wa ana ala ahdika wa wadika mastathatu. Audzu bika min syarri ma shanatu. Abu u laka bini matika alayya wa abuu u bidzanbi faghfirlii fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta".
Artinya:
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dann aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu taat kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yang kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."
2. Melaksanakan puasa sunah
Puasa di bulan Rajab disebut memiliki hukum sunah apabila dikerjakan sewaktu-waktu. Amalan ini dapat menjadi sarana melatih kesabaran sekaligus memperbanyak pahala.
3. Memperbanyak doa
Memanjatkan doa menjadi bagian penting dari amalan Isra Mi’raj. Umat Islam dianjurkan membaca doa Rajab sebagai harapan agar diberi keberkahan dan umur panjang.
"Allahumma barik lana fi rajaba wa syabana wa bilaqhna Ramadhana".
Artinya:
"Ya Allah, berkahi umur kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami pada bulan Ramadan."
4. Memperbanyak zikir
Zikir merupakan amalan yang dapat menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu bacaan zikir yang dikenal dalam peristiwa Isra Mi’raj adalah:
"La haula wa la quwwata iilla billahil aliyyil azhim".
Artinya:
"Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah SWT."
5. Menunaikan salat sunah
Salat sunah pada malam Isra Mi’raj dapat dilaksanakan setelah salat Magrib dan Isya. Salat ini dilakukan sebanyak 12 rakaat dengan salam setiap dua rakaat.
Setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek Al-Qur’an. Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca tasbih, istighfar, serta salawat.
Rangkaian amalan Isra Mi’raj ini sangat baik diamalkan menjelang maupun pada hari peringatannya. Dengan memperbanyak amalan, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.