Kapan Nuzulul Quran 2026? Ini Tanggal 17 Ramadhan 1447 H dan Amalan yang Dianjurkan

Kapan Nuzulul Quran 2026? Ini Tanggal 17 Ramadhan 1447 H dan Amalan yang Dianjurkan, 1. Memperbanyak membaca Alquran, 2. Memperbanyak dzikir, 3. Melaksanakan shalat malam, 4. Melakukan i’tikaf

 Nuzul Quran merupakan salah satu malam istimewa di bulan Ramadhan yang senantiasa dinantikan umat Islam.

Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, sebagai momentum turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada tahun ini, mengacu pada penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka 17 Ramadhan bertepatan dengan 7 Maret 2026.

Malam Nuzul Quran menjadi pengingat akan awal mula diturunkannya Alquran sebagai pedoman hidup umat manusia.

Tidak hanya memiliki nilai historis, malam ini juga dipenuhi anjuran untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apa makna Nuzul Quran bagi umat Islam?

Secara bahasa, Nuzul Quran berarti turunnya Alquran. Peristiwa ini merujuk pada turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Wahyu tersebut menjadi awal dari proses panjang penurunan Alquran yang berlangsung secara bertahap.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau membaca Alquran serta menjelaskan berbagai hukum syariat.

وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية

Artinya: “Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Alquran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.”

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya Alquran sebagai sumber petunjuk, hukum, dan pedoman moral bagi umat Islam.

Amalan apa saja yang dianjurkan pada malam Nuzul Quran?

Terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam 17 Ramadhan. Amalan-amalan ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas turunnya Alquran.

1. Memperbanyak membaca Alquran

Sesuai dengan makna Nuzulul Quran sebagai peristiwa turunnya Alquran, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan Alquran, sehingga banyak umat Muslim berlomba-lomba mengkhatamkan bacaan Alqurannya.

Keutamaan membaca Alquran juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Nu’man Ibnu Basyir:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Alquran.”

Dengan memperbanyak membaca Alquran pada malam Nuzul Quran, umat Islam diharapkan semakin memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Memperbanyak dzikir

Dzikir merupakan amalan yang mencerminkan kesadaran seorang hamba untuk terus mengingat Allah SWT. Pada malam yang penuh keberkahan seperti Nuzul Quran, memperbanyak dzikir menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Keutamaan berdzikir dijelaskan dalam Alquran surat Al Ankabut ayat 45:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya: “Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dzikir dapat dilakukan dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, maupun doa-doa lainnya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

3. Melaksanakan shalat malam

Shalat malam atau qiyamul lail merupakan ibadah yang sangat dianjurkan setelah shalat wajib lima waktu. Pada malam Nuzul Quran, pelaksanaan shalat malam menjadi salah satu cara untuk meraih kemuliaan.

Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath disebutkan:

جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، ‌عِشْ ‌مَا ‌شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Artinya, “Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata: ‘Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu, namun ingatlah engkau akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai, namun engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sekehendakmu, namun engkau akan menerima balasan atas perbuatanmu.’ Kemudian ia berkata lagi: ‘Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya terletak pada tidak bergantung kepada manusia.’”

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan shalat malam dalam kehidupan seorang mukmin.

4. Melakukan i’tikaf

Sebagai upaya menghidupkan malam Nuzul Quran, umat Islam juga dapat melakukan i’tikaf di masjid. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selama i’tikaf, seseorang dapat memperbanyak tilawah Alquran, dzikir, doa, serta shalat sunnah. Adapun niat i’tikaf adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.”

Peringatan Nuzul Quran pada 7 Maret 2026 mendatang menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperkuat kualitas ibadah di penghujung pertengahan Ramadhan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir yang penuh keutamaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang