Menunda Bayar Utang Bisa Jadi Dosa Besar, Ini Peringatan Keras Buya Yahya

Buya Yahya
Buya Yahya

 Masalah utang sering dianggap hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam pandangan agama, urusan ini ternyata sangat serius, apalagi jika seseorang sengaja menunda pembayaran padahal mampu. Hal inilah yang ditegaskan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya yang mengingatkan tentang bahaya menunda bayar utang.

Menurutnya, ada golongan orang yang justru terjerumus dalam dosa besar karena sikap tidak bertanggung jawab terhadap utang. Mereka bukan tidak mampu, tetapi sengaja menunda bahkan mengabaikan kewajibannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau orang punya utang ada tiga ya. Yang pertama adalah ini yang betul-betul dosa besar. Orang punya utang itu menghalalkan untuk dia dicemarkan. Maksudnya direndahkan. Kenapa? Dia orang enggak tahu diri. Sudah ditolong malah dia mampu nggak bayar-bayar,” kata Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al Bahjah TV pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Buya Yahya menegaskan bahwa perilaku seperti ini mencerminkan karakter yang buruk. Seseorang yang telah dibantu, namun justru tidak berusaha membayar kembali, dianggap telah berbuat zalim kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan bagaimana sikap menunda utang bisa berdampak buruk pada kehidupan seseorang, bahkan berujung kesengsaraan.

“Padahal dia mampu beli motor, beli ini dan sebagainya. Memang ada penyakit bayar utang. Maka hati-hati siapa pun yang merasa mampu, dia tahu dirinya mampu mengulur-ngulur utang, dia daftar untuk sengsara. Karena dzalim kepada orang,”  katanya lagi. 

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyinggung kondisi hati seseorang yang berniat tidak membayar utang. Ia menyebut, niat buruk tersebut justru akan mempersulit hidup orang itu sendiri.

“Kalau ada orang punya utang lalu dia punya (niat) di dalam hatinya pengin nggak bayar utang dipersulit oleh Allah. Tapi orang punya utang sebanyak apapun kalau dia rindu untuk membayar Allah akan bantu,” jelas Buya. 

Artinya, niat baik untuk melunasi utang akan membuka jalan kemudahan. Sebaliknya, niat buruk justru menjadi penghalang rezeki dan keberkahan hidup.

Untuk menghindari hal tersebut, Buya Yahya juga menganjurkan agar setiap transaksi utang dicatat secara jelas, bahkan oleh pihak yang meminjam.

“Makanya kalau Anda pinjam uang kepada teman Anda itu, Anda minta surat keterangan Anda pinjam hitam di atas putih, Anda yang minta,” jelasnya lagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, langkah ini penting agar tidak ada celah bagi godaan untuk mengingkari utang di kemudian hari. Dengan adanya bukti tertulis, seseorang akan lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya.

Ia juga menyoroti fenomena orang yang sengaja menghindari pembayaran dengan alasan tidak ada bukti tertulis. Sikap ini dinilai sangat dzalim dan berpotensi membawa kesengsaraan.